Home / ACEH / Panitia Maulid Foba Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terkait Kehadiran Ahok

Panitia Maulid Foba Sampaikan Klarifikasi dan Permintaan Maaf Terkait Kehadiran Ahok

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Setelah dihebohkan dengan kehadiran Gubernur Jakarta Ahok pada acara maulid yang digelar di Wisma Mahasiswa Aceh Foba Jakarta, panita Foba akhirnya mengelurakan siaran persnya yang disebar melalui WhatsApp. Selasa 7 Maret 2017.

“Panitia Pelaksana Maulid dan Pengurus Asrama FOBA Jakarta setelah mengikuti, mendengar, serta menerima sejumlah masukan terkait ledatangan Bapak Basuki Purnama alias Ahok pada peringatan Maulid FOBA, maka izinkan kami menyampaikan beberapa klarifikasi,” tulisnya dalam siaran pers yang disampaikan oleh Tgk Bustanul Arifin dan Ilham Razi selaku ketua dan sekretaris panitia, serta Muhammad Ikhsan selaku Ketua Umum.

Yang pertama mereka mengatakan, peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW merupakan agenda rutin tiap tahun pengurus asrama Foba di Jakarta yang turut mengundang seluruh elemen, baik tokoh-tokoh di Jakarta dan Aceh, pejabat pemerintahan dalam wilayah DKI Jakarta maupun sejumlah organisasi kemasyarakatan, instansi militer/sipil dan rekan media.

Kedua, peringatan Maulid juga bersifat undangan terbuka bagi masyarakat Aceh yang berdomisili di Jabotabek maupun yang sedang di Jakarta. Maka tamu yang datang dari berbagai kalangan tak dapat dihindari dalam rangka memeriahkan peringatan maulid. Bila ada yang menunggangi kegiatan mulia ini untuk aktivitas kampanye politik dalam konstelasi Pilkada DKI Jakarta yang kian ‘panas’ adalah sangat keji dan di luar koordinasi maupun tanggung jawab panitia/pengurus.

Ketiga mereka menyesalkan adanya pernyataan sepihak yang mengatasnamakan forum tertentu tanpa mengkonfirmasi kejadian sebenarnya dan langsung menghakimi bahkan mengutuk panitia/pengurus FOBA. Hal tersebut telah berdampak luas, merugikan, dan mempengaruhi psikologis teman teman FOBA yang gigih secara swadaya dan kerja keras mensukseskan peringatan maulid.

Gubernur DKI Jakarta Ahok saat hadir di Wisma Foba Mahasiswa Aceh di Jakarta

Yang keempat, mereka berusaha dan sangat berhati-hati untuk mengeluarkan pernyataan demi menjaga ukhwah Islamiyah sesama muslim terutama masyarakat Aceh. “Tentu dalam ini, kami akan membentuk tim dalam rangka evaluasi atas serangkaian kegiatan, termasuk mengusut tuntas bila ada oknum atau aktor ‘penunggang’ dengan tindakan tegas yang telah memicu keresahan serta image negatif FOBA,” lanjutnya.

Walaupun demikian, secara jiwa besar dan hati yang tulus melalui pernyataan ini kami menyampaikan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Aceh, dan kaum muslimin atas berbagai respon dan merasa tercederai nurani keimanannya dengan kehadiran Ahok yang tersangkut kasus penistaan agama.

Dengan dikeluarkan pernyataan resmi ini, “kita mengharapkan semua pihak dapat menahan diri, berpikir lebih dewasa, bijaksana dan mengakhiri berbagai polemik atas kasus di atas. FOBA adalah wadah tinggal, belajar serta berkumpul mahasiswa yang punya cita-cita luhur mencintai Islam dan Aceh, serta bukan kendaraan politik siapapun dan tak terlibat dalam aktivitas politik praktis. Peringatan Maulid justru sebagai bentuk dan upaya kami terus belajar menjaga dan menjunjung nilai-nilai ketauladan baginda Nabi, seperti tradisi endatu dan kebanggaan bangsa Aceh dari berabad-abad lamanya,” ungkap mereka.

Di akhir siaran persnya panitia dan pengurus Foba mengatakan pernyataan ini disampaikan sebagai klarifikasi resmi, sekali lagi tak sedikitpun ada niat panitia/pengurus untuk menyakiti masyarakat Aceh maupun kaum muslimin dengan menghadirkan Ahok si penista agama.

“Semoga Allah SWT memberikan kita taufik dan hidayah, menjernihkan hati dan pikiran serta dapat mengambil pelajar dan hikmah atas kejadian tersebut,” pungkas mereka.