Home / ACEH / Kisah Pemuda Aceh Timur yang Lolos dari Terkaman Buaya

Kisah Pemuda Aceh Timur yang Lolos dari Terkaman Buaya

 

M. Amin, saat dirawat di RSUD Dr. Zubit Mahmud Idi, Jum’at, 3 Maret 2017. (Zamzami Ali/Klikkabar).

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR- Kamis, 2 Maret 2017, matahari mulai menampakkan sinarnya ke seluruh penjuru mata angin. Muhammad Amin, seolah enggan beranjak dari tempat tidurnya, padahal berbagai aktivitas telah menanti untuk dikerjakan. Matanya terasa agak sedikit berat untuk melihat dunia.

Tidak ada yang berbeda ataupun ada hal aneh dirasakannya pagi itu, hanya saja ia merasa sedikit tidak enak badan sehingga ia memutuskan untuk kembali melanjutkan tidurnya. Alhasil, ia pun baru bangun saat sang surya sudah hampir naik di atas kepala.

Setelah keluar dari kamar, pemuda berusia 20 tahun itu lalu bergegas menuju ke kamar mandi dan berjalan melewati dapur karena posisi kamar mandi terletak di belakang rumahnya. Amin masih sempoyongan, matanya belum terlalu jelas melihat ke sekeliling.

Saat tiba di dapur, mata Amin terbelalak, darahnya berdesir, jantungnya berdegup kencang, ia belum pernah mendapati pemandangan seperti yang ia lihat kala itu. Namun, entah karena merasa ketakutan atau belum pernah melihatnya, Amin spontan berteriak dan memanggil sang ibunda.

“Bu… Bu… Ada biawak di dapur,” teriak Amin kala itu.

Amin segera menghalau agar binatang itu keluar pergi dari rumah. Namun, binatang yang sebenarnya adalah seekor buaya itu langsung menerkam kaki kanan Amin tepat di pergelangan kakinya. Sang ibu yang datang tak lama kemudian, terperanjat saat mendapati putranya sedang bergelut dengan reptil yang memiliki panjang sekitar 3 meter itu.

“Ibu langsung berteriak meminta tolong. Saat tetangga mulai berdatangan, buaya itu sudah tidak ada lagi dan menghilang,” ujar Masyitah, adik perempuan Amin yang sedang menungguinya dirawat kepada Klikkabar.com, Jum’at, 3 Maret 2017.

Aparatur gampong bersama warga Desa Pulo Blang, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur itu pun dikatakan Masyitah langsung membawa Amin ke rumah sakit. Luka bekas gigitan buaya itu terlihat sangat parah, darah segar terus mengucur deras dari kakinya.

Kini, setelah mendapati pertongan medis, Amin hanya bisa terbaring lemas. Ia dirawat di ruangan A8 kamar bedah RSUD Dr. Zubir Mahmud Idi Rayeuk. Matanya sesekali melihat ke langit-langit, selebihnya terpejam. Ia juga dikatakan Masyitah belum terlalu sanggup untuk berbicara banyak.

“Mudah-mudahan kondisi Abang makin membaik, agar bisa segera dibawa pulang,” lirih Masyitah.[]

REPORTER : ZAMZAMI ALI