Usai Demo, Berikut Isi Kesepakatan Warga dengan PT Medco E&P Malaka

-

- Advertisment -

Usai Demo, Berikut Isi Kesepakatan Warga dengan PT Medco E&P Malaka

IMG-20160907-WA0018
Suasana mediasi antara warga dengan PT Medco E&P Malaka di Desa Blang Nisam, Kec. Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur, Rabu, 7 September 2016.

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Ratusan masyarakat yang melakukan aksi unjuk rasa terhadap PT Medco E&P Malaka akhirnya berhasil ‘ditenangkan’. Massa melunak setelah perwakilan perusahaan bersedia melakukan musyawarah. Mediasi antara massa dan perusahaan dipimpin oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto.
Dalam musyawarah itu, massa diwakili oleh sejumlah perwakilan menyampaikan tuntutan kepada perusahaan yang diwakili Ali Hamzah (Manajer Operasional Blok A), Ahyar (Humas), dan Letkol Syafei (Kepala Security). Sementara di pihak mediator, selain Kapolres juga hadir Kepala Kesbangpol Aceh Timur, M Amin.
Aiyub, salah satu perwakilan warga mengatakan bahwa, PT. Medco E&P Malaka harus memprioritaskan tenaga kerja lokal dari lima kecamatan yang berdekatan dengan areal perusahaan yakni, Darul Falah, Nurussalam, Julok, Indra Makmur, dan Pantee Bidari.
Setelah melalui proses negosiasi yang alot, akhirnya berhasil dicapai beberapa kesepakatan yang dituangkan dalam sebuah pernyataan dan ditandatangani oleh pihak perusahaan. Kesepakatan itu antara lain perusahaan menyanggupi permintaan warga untuk mengganti 27 tenaga kerja luar daerah dengan tenaga kerja lokal.
PT Medco E&P Malaka juga menyepakati tuntutan warga untuk mengutamakan penduduk lokal baik untuk tenaga kerja driver maupun operator alat berat. Perusahaan juga diminta untuk membangun jembatan yang dilintasi oleh kendaraan perusahaan dan sub kontraktor perusahaan juga harus mempekerjakan karyawan sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh maayarakat.
Kesepakatan tersebut akan ditembuskan kepada Bupati Aceh Timur, Ketua DPRK Aceh Timur, dan PT Medco Pusat di Jakarta untuk bersama-sama mengawal isi kesepakatan.
“Semua pihak harus saling menjaga komitmen, jangan sampai terpengaruh oleh pihak lain yang ingin mengaburkan kesepakatan bersama ini. Jika salah satu pihak mengingkari hasil kesepakatan dan berdampak terganggunya kamtibmas di wilayah hukum Polres Aceh Timur, maka akan kita proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas AKBP Rudi Purwiyanto. []
REPORTER : ZAMZAMI ALI

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda