Sikap Bang Yos Tangani Din Minimi Dinilai Salahi Aturan

-

- Advertisment -

Sikap Bang Yos Tangani Din Minimi Dinilai Salahi Aturan

IMG_20160107_131509
Mantan Kepala BAIS TNI Soleman B Ponto ditemui wartawan usai mengisi diskusi “Menakar Teka-teki Din Minimi” di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis, 7 Januari 2016. (Muhammad Fadhil/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (BAIS) TNI, Soleman B Ponto menilai Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutiyoso menyalahi prosedur bidang intelijen dalam penanganan kelompok Din Minimi.
Hal itu dikatakan Soleman saat dijumpai wartawan usai mengisi diskusi publik “Menakar Teka-teki Din Minimi” di Aula Rektorat UIN Ar-Raniry Banda Aceh di Darussalam, Kamis, 7 januari 2016.
Sebagaimana diketahui, perlawanan Din Minimi terhadap Pemerintah Aceh berhenti usai bertemu Kepala BIN Sutiyoso. Bersama 120 anggotanya dan 15 pucuk senjata api, Din Minimi ‘turun gunung’ pada Senin malam, 28 Desember 2015. Proses penyerahan diri Din Minimi saat itu disambut Kepala BIN yang ikut menginap di rumah pimpinan kelompok tersebut.
Dalam keterangan persnya kemudian, Sutiyoso menyebut sudah melakukan pendekatan dengan Din Minimi sejak beberapa bulan sebelumnya. Sebelum memutuskan bertemu secara langsung dan menjemput Din Minimi, Bang Yos -sebutan akrab Sutiyoso- sudah terlebih dulu melakukan kontak telepon dengan Din Minimi dengan difasilitasi juru perdamaian Aceh Juha Cristensen.
Langkah BIN yang menjemput langsung Din Minimi dan kemudian melakukan temu pers, yang menurut Soleman tanpa koordinasi dengan Polda dan Pangdam Aceh, menurut Soleman menyalahi aturan.
“Ia (Kepala BIN) memang boleh pergi kemana saja. Akan tetapi setiap infomasi atau data yang diperoleh itu harus diserahkan terlebih dahulu kepada pihak Kepolisian atau Pangdam, tidak langsung dipublikasikan secara umum,” kata Soleman.
“Akibat terjadinya publikasi besar-besaran seperti hari ini maka terjadilah keributan seperti yang dilihat hari ini,” imbuhnya lagi. []
REPORTER: MUHAMMAD FADHIL

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda