Potensi Penyakit Kelenjar Gondok di Aceh Tinggi

-

- Advertisment -

Potensi Penyakit Kelenjar Gondok di Aceh Tinggi

Dr. Hendra Zufry Sp.PD-KEMD.FINASIM. (Maksalmina/Klikkabar)
Dr. Hendra Zufry Sp.PD-KEMD.FINASIM. (Maksalmina/Klikkabar)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kelenjar tiroid merupakan organ berbentukkupu-kupu yang terletak tepat di bawah jakun. Kelenjar ini memiliki fungsi penting, yaitu untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalamberbagai proses-proses kimiawi yang terjadi dalam tubuh.
Pada kondisi normal, kinerja kelenjar tiroid cenderung tidak kita sadari sama seperti organ-organ dalam yang lain. Tetapi jika terjadi pembengkakan, kelenjar tiroid akan membentukbenjolan pada leher atau disebut gondok.
Salah seorang dokter Ilmu Penyakit Dalam di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Dr. Hendra Zufry Sp.PD-KEMD.FINASIM kepada klikkabar.com menyebutkan bahwa Aceh merupakan salahsatu daerah yang masyarakatnya berpotensi tinggi terkena gondok.
Ia melanjutkan, sebenarnya bukan hanya di Aceh saja, karena pada dasarnya tujuh dari sepuluh wanita pasti memiliki kelenjargondok dan mayoritas merupakan tumor jinak, hanya sebagian saja yang tumorganas.
Meskipun demikian sejak november 2013, di RSUZA sudah mulai dikembangkan metode pengobatan gondok tanpa sayatan operasi. Sehingga langkah ini juga menarik minat mahasiswa luar Aceh untuk belajargondok di Aceh, yaitu dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
“Dari Gadjah Mada datang ke Aceh untuk belajar selama satu bulan”, ujarnya. Selasa 8 November 2016.
Dikatakan bahwa penyebab utama dari penyakit tersebut adalah kurangnya yodium, terutama di daerah berdataran tinggi. Provinsi Aceh merupakan salah satu daerah yang datarannya tinggi. Sehingga potensi untuk terkena gondok juga tinggi, karena tujuh dari sepuluh wanita pasti ada kelenjar gondok yang bengkak di lehernya.
“Tujuh dari sepuluh itu besar,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa tidak semua daerah di Aceh membutuhkan yodium, seperti halnya daerah pesisir pinggir pantai yang setiap hari makan ikan laut. Kondisi ini berbeda jika di bandingkan penduduk Aceh yang tinggal di dataran tinggi, tanpa bisa mengkonsumsi ikan setiap harinya.
“Seperti Takengon dan Gayo Lues butuh kadaryodium yang lebih tinggi,” demikian Dr. Hendra Zufry, Sp.PD-KEMD.FINASIM.[]
REPORTER: MAKSALMINA

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda