Muslim Ibrahim: PBB Saja Akui Hukuman Cambuk Tidak Melanggar HAM

-

- Advertisment -

Muslim Ibrahim: PBB Saja Akui Hukuman Cambuk Tidak Melanggar HAM

maxresdefault
Muslim Ibrahim (youtube.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Cendekiawan muslim yang juga merupakan Plt Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Muslim Ibrahim menyayangkan sikap sebagian pakar hukum yang menyebut penerapan hukum cambuk di Aceh sebagai bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Kata Muslim Ibrahim, PBB saja sebagai lembaga perhimpunan negara dunia sudah mengakui hukum yang cambuk yang berlaku di Aceh.
Hal ini disampaikan Muslim Ibrahim saat menjadi pemateri dalam seminar “Implementasi Al Quran Terhadap Hukum Syariat Islam dan Kemajuan Bangsa” di Auditorium Gedung Ali Hasyjmi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Sabtu, 12 Maret 2016.
Muslim Ibrahim menceritakan, hukuman cambuk pertama di Aceh dilaksanakan di Bireuen pada 24 Juni 2005 lalu. Saat itu, Pemerintah Kabupaten Bireuen bersama Mahkamah Syar’iyah menggelar uqubat cambuk bagi 26 orang yang terbukti melakukan maisir (judi). Uqubat cambuk tersebut dilaksanakan terbuka di halaman Masjid Agung Bireuen.
Pascauqubat tersebut, kata Muslim Ibrahim, Pemerintah Aceh mendapat undangan resmi dari PBB untuk menjelaskan penerapan hukum cambuk di Aceh. Pemerintah saat itu mengutus tim yang terdiri dari sejumlah pakar dari UIN Ar-Raniry (saat itu masih bernama IAIN).
“Namun setelah diberikan penjelasan oleh dosen UIN Ar-Raniry yang mewakili Gubernur Aceh saat itu, maka PBB menilai pelaksanaan hukum cambuk merupakan hak kebebasan setiap daerah dalam melaksanakan aturah terhadap masyarakatnya,” kata Muslim Ibrahim.
Karena itulah, katanya, uqubat cambuk tak sepantasnya menjadi polemik dan memicu pro kontra dalam masyarakat.
“Sedih melihat pakar hukum kita, padahal hukum cambuk itu sudah jelas dalam al quran jadi kenapa masih di bilang melanggar HAM?” kata Plt Ketua MPU Aceh ini.
“PBB saja sudah mengakui bahwa cambuk itu tidak melanggar HAM. Masa kita yang bilang itu melanggar HAM? Aneh,” katanya diikuti tepuk tangan dari hadirin. []
REPORTER: MUHAMMAD ALIZA

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda