Gubernur: Hukum Jinayah Efektif Turunkan Tingkat Kejahatan

-

- Advertisment -

Gubernur: Hukum Jinayah Efektif Turunkan Tingkat Kejahatan

Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. (BBC)
Gubernur Aceh, Zaini Abdullah. (BBC)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh Zaini Abdullah, menyebutkan, penerapan hukum jinayah dapat menurunkan kejahatan. Hal itu telah terbukti di beberapa Negara, seperti di Arab Saudi. Karena itu, gubernur meminta Mahkamah Syariah Aceh dapat menerapkan hukum jinayah secara tegas.
“Kita akui mungkin masih perlu penyempurnaan. Karena itu pemikiran dan inovasi hakim di Mahkamah Syariah sangat kita nantikan,” kata gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten I Sekretariat Daerah Aceh, Muzakkar A Ganidi acara pengambilan sumpah dan pelantikan jabatan tujuh Ketua Mahkamah Syariah Kabupaten dan Kota di Aula Mahkamah Syariah Aceh, Rabu, 30 Maret 2016.
Gubernur atas nama Pemerintah Aceh mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut. Gubernur berharap, dengan promosi jabatan itu dapat mendorong semakin tegaknya syariat Islam di Aceh.
Ketujuh Ketua Mahkamah Syariah Kabupa/Kota adalah A Karim, yang diangkat sebagai Ketua Mahkamah Syariah Takengon, Jakfar (Sigli), Bakti Ritonga (Kuala Simpang), Zulfar (Kota Sabang), Khoiruddin Harahap (Bireuen), Indra Suhardi (Tapaktuan), dan Said Safnizar (Idi).
Ketua Mahkamah Syariah Provinsi Aceh, Jufri Ghalib, menyebutkan para pimpinan yang baru dilantik mengemban tanggungjawab menjaga Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta syariat Islam. Mereka diwajibkan untuk bekerja untuk kesejahteraan rakyat.
“Anda dilantik di hadapan para saksi. Di samping disaksikan diri sendiri dan yang hadir, ini juga disaksikan oleh Allah yang Maha Esa. Tuhan mengetahui apa yang tampak dan yang tersimpan dalam hati. Tanggungjawab anda kepada manusia dan Allah,” ujar Jufri Ghalib. “Anda semua haruslah jujur dalam menegakkan hukum dan keadilan,” ujarnya lagi.
Selain melantik tujuh ketua baru, di aula Mahkamah Syariah juga digelar acara seremoni pengantar tugas Wakil Ketua Mahkamah Syariah Provinsi Aceh, Jamil Ibrahim yang akan diangkat menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Manado.
Jufri Ghalib, menyebutkan para hakim tinggi yang pernah bertugas di Mahkamah Syariah punya peluang dan kesempatan untuk menjadi wakilnya menggantikan M. Jamil. “Tentunya harus lulus fit and properties.”
Pindahnya M Jamil diakui sebuah kehilangan besar bagi Mahkamah Syariah Aceh. “Keluarga besar kehilangan satu tiang besar yang menopang berdiri kokohnya Mahkamah Syariah Provinsi Aceh. Hari ini kita tinggal tonggak,” ujar Rafiuddin, Hakim Tinggi Mahkamah Syariah memberi kiasan.
M Jamil yang dipindahtugaskan menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Manado dikenal sebagai sosok yang murah senyum, dan tak pernah marah. Rafiuddin menyebutkan, sebagai karib dan rekan kerja, M Jamil meninggalkan kesan indah selama berkarir di Dinas Syariah Aceh.
M Jamil menyebutkan, sebagai pegawai negeri, mutasi dinas tersebut adalah tugas dan pegawai wajib mengikuti.
“Banyak faedah dan hikmah dari hijrah ini. Dengan hijrah ini semoga saya bisa melahirkan pribadi yang lebih bersih,” ujar M Jamil. []

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda