Dianggap Mengumbar Aurat, Indonesia Model Hunt Dinilai Jadi Aib Penegakan Syariat di Aceh

-

- Advertisment -

Dianggap Mengumbar Aurat, Indonesia Model Hunt Dinilai Jadi Aib Penegakan Syariat di Aceh

illiza_20160228_133730-658x369
Foto Pembubaran Indonesia Model Hunt di Grand Nanggroe yang beredar di media sosial

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh, Munawar Syah meminta pemerintah menindak tegas penanggung jawab kegiatan Indonesia Model Hunt dan Hotel Grand Nanggroe.
“Ini adalah preseden buruk di Aceh, menjadi aib di tengah upaya serius pemerintah dan komponen di Aceh melaksanakan syariat islam,” ujar Munawar Syah kepada Klikkabar.com, Minggu malam, 28 Februari 2016.
Pihaknya mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut apalagi di tengah upaya berbagai komponen di Aceh menyuarakan nota keberatan, somasi, dan gugatan pencatutan nama Aceh oleh peserta Kontes Miss Indonesia. Bahkan, menurutnya Aceh kecolongan dengan perhelatan ajang fashion model yang mengumbar aurat tersebut.

Sebelumnya:
Soal Pembubaran Indonesia Model Hunt, Illiza: Karena Tidak Ada Izin dan Melanggar Syariat
Anggota DPRA: Usir Mereka Dari Aceh
Terkait Pemilihan Model Aceh, Cagee: Jangan Gara – Gara Mereka Aceh Mendapat Bala
Haji Uma: Taharap Keupageu, Pageu Pajoeh Pade, Taharap Keurusoek Jiethoek Hate
[Foto] Para Kontestan Pemilihan Model Aceh di Kota Madani
Ghazali Abbas Senator Aceh: Panitia Telah Mengotori Kota Madani Dengan Acara Jahiliyah 
Terkait Dibubarkan Acara Pemilihan Model Aceh Berpakaian “Sakit Mata”, Panitia: Jangan Sorot Saya
Wali Kota Banda Aceh Bubarkan Acara Pemilihan Model Aceh Berpakaian “Sakit Mata”

 
“Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Aceh mendukung sepenuhnya apa yang telah dilakukan oleh Walikota Banda Aceh dengan menghentikan acara Indonesia Model Hunt, di Grand Nanggroe Hotel, Minggu siang 28 Februari 2016,” sebut Munawar.
“PWPM Aceh memandang sebagai pembelajaran, penting diambil tindakan-tindakan tegas oleh pihak-pihak terkait terhadap siapa yang bertanggungjawab terhadap izin kegiatan seronok ini,” katanya lagi.
Hal yang senada juga disampaikan Sekretaris PWPM Aceh, Budi Ardiansyah. Menurutnya kejadian ini merusak martabat Aceh sehingga penanggungjawab acara harus ditindak tegas.
“Harus ditindak tegas, bahkan tarik izin operasional Grand Nanggroe Hotel, karena faktanya hotel ini bukan sekali ini saja menyediakan sarana perbuatan maksiat yang nyata-nyata telah terjadi pelanggaran qanun syariat Islam,” pungkas Budi Ardiansyah. []
REPORTER: MUHAMMAD FADHIL
 

BERITA TERBARU

- Advertisement -

Berita Populer

- Advertisement -

Mungkin Anda SukaBERITA TERKAIT
Rekomendasi untuk Anda