Home / BERITA TERBARU / Vina Dewi Arsita Tewas Usai Diperkosa 11 Orang, Tersangka Menolak Rekonstruksi

Vina Dewi Arsita Tewas Usai Diperkosa 11 Orang, Tersangka Menolak Rekonstruksi

Ilustrasi (www.merdeka.com )

Ilustrasi (www.merdeka.com )

KLIKKABAR.COM – Gadis cantik, Vina Dewi Arsita (16) tewas setelah diperkosa 11 pria di Cirebon Jawa Barat. Para pemerkosa adalah anggota geng motor. Selain Vina Dewi, para pelaku juga membunuh pacar korban, Muhammad Rizky alias Eky (16).

Saat dilakukan rekonstruksi pemerkosaan dan pembunuhan kemarin, terjadi ketegangan antara pelaku dan penyidik. Para pelaku tiba-tiba menolak rekonstruksi versi berita acara pemeriksaan (BAP). Mereka bahkan membuat pernyataan mengejutkan saat dibawa ke sebuah rumah kosong di belakang SMPN 11 Cirebon.

Mereka mengaku tak terlibat dalam perkosaan dan pembunuhan sadis itu itu karena tidur hingga pagi di rumah yang diketahui milik anak dari Ketua RT setempat, Basren (65).

Tergambar dalam rekonstruksi, setelah para tersangka minum-minum miras di sebuah warung milik warga sekitar yang berada di sebelah SMPN 11, ada lima pelaku yang pulang ke rumah tersebut.

Kepada penyidik, pelaku yang bernama Eko mengaku pada malam kejadian ia dan empat temannya tidur di rumah itu. Eko dan temannya mengaku tidak memperkosa Vina Dewi.

“Yang buka pintu namanya Kahfi, kita masuk lalu tidur. Baru bangun pagi harinya. Kita gak tahu kejadian itu,” elak Eko.

Pernyataan ini membuat penyidik menghadirkan Kahfi ke lokasi rekonstruksi. Saat dimintai keterangan, Kahfi membantah pernah membukakan pintu kepada Eko cs.

Kepada penyidik, Kahfi mengaku tak membuka pintu rumah kosong itu pada malam kejadian. Pengakuan Kahfi dikuatkan oleh ayahnya, Basren.

Basren mengatakan selama ini rumah itu dalam kondisi terkunci karena belum ada yang mengontrak.

“Ini rumah anak saya, pintunya selalu saya kunci, jadi mereka gak mungkin masuk,” tutur Basren.

Akhirnya, penyidik pun menghentikan proses rekonstruksi versi para tersangka pada adegan ketujuh. Penyidik berpendapat, alibi yang dikemukakan oleh para pelaku terbantahkan oleh keterangan dari Kahfi dan Basren.**(Pojok)