Home / ACEH / BP2IP Malahayati Aceh Adakan Diklat Gratis

BP2IP Malahayati Aceh Adakan Diklat Gratis

Para peserta saat mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat BP2IP Malahayati Aceh tahun 2016.

Para peserta saat mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat BP2IP Malahayati Aceh tahun 2016.

KLIKKABAR.COM, ACEH BESAR – Kampus Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh mengadakan Diklat gratis bagi pemuda Aceh yang kurang mampu. Diklat tersebut sepenuhnya dibiayai dengan menggunakan anggaran DIPA BP2IP Malahayati Aceh tahun 2016.

Diklat ini terbagi dalam dua tahap. Adapun Diklat gratis yang diikuti oleh 250 peserta ini meliputi Basic Safety Training (BST) yang berlangsung dari 13 s/d 22 Oktober 2016. Kemudian Advan Fire Fighting (AFF) yang akan berlangsung pada 24 s/d 27 Oktober 2016, dan Security Awareness Training (SAT) yang berlangsung pada 28 Oktober 2016.

img-20161021-wa0027_1477067075442

Peserta yang mengikuti Diklat gratis di BP2IP Malahayati tahun 2016 itu terdiri dari perseorangan dan perwakilan dari berbagai instansi/lembaga serta perwakilan sekolah-sekolah. Batasan usia peserta minimal 16 tahun dan maksimal 36 tahun.

Kepala BP2IP Malahayati Aceh H.Hartanto, MH, M.Mar.E, saat ditemui Klikkabar.com di ruang kerjanya pada Kamis 20 Oktober 2016 mengatakan Diklat tersebut merupakan bagian dari program BP2IP Malahayati untuk memberdayakan generasi muda Aceh menjadi pelaut yang handal dan beretika.

“Diklat pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk memberi kesempatan bagi pemuda Aceh yang kurang mampu untuk menimba ilmu tentang pelayaran dan perkapalan, sehingga para peserta Diklat nantinya akan mudah bila ingin bekerja di dunia kemaritiman/perkapalan baik di perusahaan milik negara maupun milik swasta,” ujarnya.

img-20161021-wa0028

Selama mengikuti Diklat di BP2IP Malahayati Aceh ini, para peserta dibekalai dengan berbagai pelatihan baik teori mampun praktek, latihan fisik serta keterampilan (skill), dengan tujuan agar para peserta bisa memahami sepenuhnya seputar ilmu kelautan dan pelayaran dan sudah siap ketika ingin bekerja didunia perkapalan (pelaut).

Saat ini, kata Hartanto, Aceh masih sangat kekurangan pelaut yang memiliki basic terhadap ilmu kelautan dan perkapalan. Padahal Aceh salah satu daerah di Indonesia dengan hamparan laut yang luas, sehingga membutuhkan para pelaut yang handal. Apalagi hal ini akan bersinergi dengan program Pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pada kesempatan tersebut, Hartanto mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar khususnya, agar keberadaan BP2IP Malahayati terus bisa berkembang dan maju seiring semakin berkembangnya dunia kemaritiman di Aceh. Aceh nantinya juga punya pelaut ulung, handal dan beretika sesuai dengan penerapan Syariat Islam.

“Kami sangat berharap dukungan penuh dari Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Besar khususnya untuk ikut memajukan keberadaan BP2IP Malahayati, baik dengan ikut mensosialisasikan bagi warga Aceh maupun dengan mengirim putra-putri terbaik Aceh lewat penempatan beasiswa. Sehingga nantintinya Aceh juga punya pelaut yang hebat sesuai kebutuhan dunia kemaritiman,” sebutnya.

“Saat ini manfaat keberadaan BP2IP Malahayati terus bisa dirasakan oleh masyarakat Aceh. Bukan hanya dalam melahirkan para pelaut, tapi juga bisa membuka lapangan kerja bagi warga Aceh, bahkan karyawan dan tenaga pengajar di BP2IP Malahayati umumnya juga orang Aceh, ditambah lagi ekonomi masyarakat sekitar yang bisa tumbuh seiring berkembangnya BP2IP,” ungkapnya. []