
KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Aceh, dr. Fauzi Yusuf, SpPD-KGEH-FINASIM menjelaskan bahwa jumlah pengidap penyakit hati di Indonesia akibat infeksi virus hepatitis B diperkirakan sekitar 6-8%.
Tingginya angka tersebut terutama disebabkan kurangnnya informasi baik pada masyarakat maupun tenaga medi terhadap penyakit dan cara penularan. Penelitian tentang hepatitis di Bagian Penyakit Dalam RSUDZA Banda Aceh periode 1 Januari hingga 31 Oktober 2011 dengan jumlah sampel pada penelitian ini adalah 152 orang.
Menunujukan kesimpulan bahwa dari 36 orang yang terpapar hepatitis B, sebanyak 33,3% mengidap kanker hati dan 66,7% tidak mengidap kanker hati. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hepatitis B terhadap kejadian kanker hati di Bagian Penyakit Dalam RSUDZA Banda Aceh.
Simposium AGEHU 2016 yang dilaksanakan setiap 1 tahun sekali. Dimana pada tahun ini lebih fokus terhadap upgrading kegawatdaruratan medik dan komplikasi penyakit hati dan lambung seperti Perdarahan Saluran Makanan Bagian Atas (PSMBA) yang dapat terjadi baik akibat penyakit hati kronik maupun bukan penyakit hati kronik.
Dengan gejala muntah hitam dan BAB hitam yang merupakan komplikasi virus hepatitis atau akibat pengunaan obat steroid yang merusak lapisan lambung dan menimbulkan luka pada lambung. Perdarahan saluran makanan bersifat gawat darurat yang dapat mengancam nyawa, sehingga sangat penting untuk mengupgrade kemampuan profesi medis untuk penanganan pasien agar menjadi lebih baik.
Penting dilakukan medical chek up atau skrining pada masyarakat terutama pada populasi yang beresiko seperti dokter dan perawat. Untuk menekan insiden dari virus hepatitis C. Pemetaan yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2015 memperkiraan jumlah penduduk yang terinfeksi virus hepatitis C mencapai 2 juta orang. Jika tidak diobati, infeksi kronis hepatitis C maupun B bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati maupun kanker hati.
“Oleh karena itu bila ada keluarga yang mengalami hepatitis C, disarankan untuk melakukan pemeriksaan karena memiliki risiko tertular saat menggunaan alat-alat secara bersama-bersama,” kata dr Fauzi Yusuf, SpPD, KGEH pada pembukaan simposium kesehatan AGEHU 2016, Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Sabtu 1 Oktober 2016.
REPORTER : MAKSALMINA
Apa Komentar Anda?
komentar
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan