Home / ACEH / Lihat Infrastruktur, Pak Cek Kelilingi Desa-desa Terpencil di Pulo Aceh

Lihat Infrastruktur, Pak Cek Kelilingi Desa-desa Terpencil di Pulo Aceh

Pulau Nasi (Agung Pambudhy/detikTravel)

Pulau Nasi (Agung Pambudhy/detikTravel)

KLIKKABAR.COM, ACEH BESAR – Bakal calon Bupati Aceh Besar, Saifuddin Yahya alias Pak Cek berkunjung kepulauan Pulo Aceh pada Minggu, 21 hingga Selasa, 23 Agustus 2016 untuk bersilaturrahmi dengan masyarakat kepulauan terluar Nusantara itu.

Kunjungan Pak Cek bersama tim Partai Koalisi dan anggota DPRK Aceh Besar disambut antusias oleh tokoh masyarakat dan warga Pulo Aceh.

Imum Mukim Pulau Nasi, M Jafar menyambut gembira kedatangan rombongan Pak Cek.

“Terimong geunaseh ka lheuh neu kunjungi kamoe di teungoh laot di Pulau Nasi. Di tengah lautan yang sangat terpencil ini,” kata Jafar melalui siaran pers yang diterima Klikkabar.com, Selasa, 23 Agustus 2016.

Selama ini, aksesibilitas ke Pulo Aceh hanya bergantung pada boat nelayan yang melayani penumpang dan barang ke Pulau Nasi dan Pulau Breuh. Sedangkan kapal ferry milik ASDP Pupuyuh hanya melakukan pelayaran terbatas ke kepulauan Pulo Aceh.

“Kami di Pulo Aceh berharap perhatian Pak Cek di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi masyarakat,” tambah Jafar yang sudah dua periode menjabat sebagai imum mukim .

Sejak tiba di Pulo Nasi pada Minggu siang, 21 Agustus 2016, Pak Cek langsung naik motor untuk masuk kelima gampong.

“Alam Pulau Aceh begitu indah dan banyak sekali potensinya. Khususnya sektor perikanan dan pertanian. Kita nantinya akan memaksimalkan program-program yang ada untuk pembangunan Pulo Aceh, khususnya pulo Nasi dan Pulo Breuh,” kata Pak Cek.

Pak Cek melihat sendiri beberapa proyek yang perlu didukung untuk dapat dituntaskan oleh Badan Pengelola Kawasan Sabang (BPKS). Selama ini BPKS bekerjasama dengan Pemerintah Aceh Besar membangun infrastruktur utama di wilayah kecamatan Pulau Aceh.

“Infrastruktur yang baik di Pulo Aceh akan membantu mendorong pengentasan kemiskinan di wilayah terpencil ini,” kata Pak Cek, yang didamping ketua tim pemenangan Hasballah, S.Ag.

Secara langsung Pak Cek mendengarkan permintaan masyarkat untuk penyelesaian beberapa ruas jalan keliling pulau Nasi yang masih terpotong-terpotong.

Di samping itu Pak Cek juga mendengarkan keluhan warga Pasie Janeng terkait dermaga nelayan yang dangkal dan pendek. Dermaga ini hanya bisa diakses ketika air laut pasang.

Jembatan Antar Pulau

Selama berada di Pulo terluar Indonesia ini, Pak Cek juga berdiskusi dengan warga Pulo Aceh tentang rencana pembangunan jembatan penghubung antara Pulo Breuh dan Pulo Nasi. Panjang jembatan yang DED-nya disiapkan BPKS ini sekitar 400 meter.

Ketua DPRK Aceh Besar, Sulaiman yang ikut bersama rombongak Pak Cek, menjelaskan bahwa rencana pembangunan jembatan Pulo Aceh dapat dipercepat realisasinya.

Menurutnya, Pemerintah Aceh baru-baru ini meresmikan jembatan yang menghubungkan dua pulau utama di Singkil.

“Kita akan bicarakan lagi masalah Jembatan Pulo Aceh ini dengan pihak BPKS. Mudah-mudahan rencana pembangunan jembatan ini bukan hanya mimpi. Tapi dapat diwujudkan segera seperti di Singkil,” tutup Sulaiman.**

Apa Komentar Anda?

komentar