Home / ACEH / Menteri Agama Ungkapkan Filosofi Kopi di Tanah Gayo

Menteri Agama Ungkapkan Filosofi Kopi di Tanah Gayo

Menteri agama buka personi di gayo

KLIKKABAR.COM, ACEH TENGAH – Masyarakat Aceh Tengah merupakan masyarakat yang Multi Etnis dan Multi Agama (Heterogen). Kendati Heterogen secara Etnis Maupun Agama Masyarakat Aceh Tengah hidup rukun antara satu dengan yang lainnya, saling menghargai dan saling menghormati.

Hal itulah yang disampaikan, Nasaruddin Bupati Aceh Tengah dalam sambutannya pada Pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni (PORSENI) XV dan Ekpo Madrasah IV serta Perkemahan Pramuka Madrasah Aceh (PPMA), Kamis 4 Agustus 2016, di Lapangan Musara Alun Takengon.

Menurutnya, selama ini Formkopimda dan Formkopimda Plus selalu mengadakan silaturrahim dengan berbagai elemen dan etnis yang mendiami Aceh Tengah untuk menjaga kerukunan tersebut.

Takengon dengan merupakan dataran tinggi yang berada 1.200 meter dari permukaan laut (dpl), dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dengan suhu terdingin di Aceh menjadikan Aceh Tengah yang terkenal dengan sebutan “Gayo Land” (Dataran Tinggi Gayo) sangat Potensial dan Ideal untuk mengembangkan Komoditi yang sangat dicari dan diminati Masyarakat dunia yaitu Kopi Arabika (sering pula disebut dengan Kopi Gayo).

Menyimak ungkapan Bupati Aceh Tengah tersebut Menteri Agama Lukmanul Hakim Syaifuddin menanggapinya dengan menyampaikan Filosopi Kopi dalam keragaman.

Menurutnya kopi itu tak berasa apa-apa kalau hanya bubuk kopinya saja, kopi akan terasa nikmat manakala bersentuhan dengan unsur-unsur yang lain.

Kopi akan terasa nikmat manakala diseduh dalam air yang panas, semakin panas airnya semakin nikmat kopinya, apalagi ditambah dengan susu atau gula atau dicampur jahe akan semakin nikmat rasanya.

Demikian pula dengan keragaman etnis dan kultur dalam masyarakat. Sesungguhnya Allah menciptakan kita beragam tidak tunggal itu karena Allah ingin menunjukkan keberkahan dari keberagaman itu agar kita saling melengkapi, saling menyempurnakan saling mengisi antara satu sama lainnya.