Home / ACEH / Untuk Penghematan, Kemenperin Pangkas Anggaran Sebesar Rp 369,5 Miliar

Untuk Penghematan, Kemenperin Pangkas Anggaran Sebesar Rp 369,5 Miliar

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin bersama Ketua DPP Partai Hanura Amir Faisal Nek Muhammad saat berbuka puasa bersama

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin bersama Ketua DPP Partai Hanura Amir Faisal Nek Muhammad saat berbuka puasa bersama

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kementerian Perindustrian melakukan pemangkasan anggaran tahun 2016 sebesar Rp. 369,5 miliar dari pagu semula Rp. 3,26 triliun, sehingga pagu alokasi anggaranKemenperin dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan(RAPBN-P) tahun 2016menjadi Rp. 2,89 triliun.

“Penghematan anggaran tersebut telah disetujui oleh Komisi VI DPR RI serta sesuai denganimplementasi Inpres Nomor 4 Tahun 2016 tentang Langkah-langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/ Lembaga,” kata Menteri Perindustrian Saleh Husin usai Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI tentang Rencana Perubahan APBN Kementerian Perindustrian Tahun 2016 di Gedung Nusantara I, Jakarta, Senin 27 Juni 2016.

Di samping itu, Menperin menegaskan, pihaknya dan Komisi VI sepakat untuk tidak menerima anggaran tambahan sebesar Rp. 100 miliar. Tambahan anggaran tersebut berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S-522/MK.02/2016 tanggal 23 Juni 2016 perihal Perubahan Pagu Anggaran Belanja K/L dalam APBN-P TA 2016. “Mengingat keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan, kami memutuskan tidak menerima tambahan anggaran tersebut dan akan mengoptimalkan anggaran yang tersedia,” ujarnya.

Adapun rincian penghematananggaran per program yang dilaksanakan Kemenperin, yaitu: (1) Program Pengembangan SDM lndustri dan Dukungan Manajemen yang semula sebesar Rp. 966,40 miliar menjadi Rp. 884,82 miliar; (2) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur yang semula sebesar Rp. 15,92 miliar menjadi Rp. 9,16 miliar; (3) Program Penumbuhan dan Pengembangan lndustri Berbasis Agro yang semula sebesar Rp. 251,42 miliar menjadi Rp. 188,78 miliar.

Selanjutnya, (4) Program Penumbuhan dan Pengembangan lndustri Kimia, Tekstil, dan Anekayang semula sebesar Rp. 205,70 miliar menjadi Rp. 163,58 miliar; (5) Program Penumbuhan dan Pengembangan lndustri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika yang semula sebesar Rp. 190,95 miliar menjadi Rp. 142,17 miliar; (6) Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparaturyang semula sebesar Rp. 49,57 miliar menjadi Rp. 46,93 miliar.

“Ketujuh, Program Pengembangan Teknologi dan Kebijakan lndustri yang semula sebesar Rp. 571,87 miliar menjadi Rp. 558,42 miliar. Kedelapan, Program Percepatan Penyebaran dan Pemerataan Pembangunan lndustriyang semula sebesar Rp. 513,49 miliar menjadi Rp. 404,10 miliar,” papar Menperin.

Sementara itu, (9) Program Peningkatan Ketahanan dan Pengembangan Akses lndustri lnternasonal yang semula sebesar Rp. 58,47 miliar menjadi Rp. 56,35 miliar.Dan, (10) Program Penumbuhan dan Pengembangan lndustri Kecil dan Menengah tidak mengalami pemotongan, yaitu sebesar Rp. 432,87 miliar.

“Pemotongan anggaran terhadap Program Penumbuhan Industri Kecil Menengah tidak jadi dilakukan sebagai bentuk keberpihakan Kementerian Perindustrian dalam mendukung penumbuhan dan pengembangan IKM,” tegas Menperin.

Namun demikian, lanjut Menperin, pemotongan anggaran pada program pengembangan SDM industri tetap dilakukan karena tidak mengganggu pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar pada 8 politeknik dan 9 sekolah kejuruan yang dimiliki oleh Kemenperin. Selain itu juga tidak mengurangi target pelaksanaan diklat 3 in 1 yang telah ditetapkan. “Pemotongan dilakukan pada pengadaan tanah, optimalisasi sisa lelang, penghematan perjalanan dinas dan paket meeting, serta efisiensi kegiatan,” ujarnya.

Sedangkan, anggaran revitalisasi pabrik gula sebesar Rp.62miliar saat ini masih di bintangi oleh Kementerian Keuangan dan akan diupayakan untuk dilepaskan bintangnya. “Karena pengadaan turbin generator membutuhkan waktu 8 bulan sehingga tidak bisa dilaksanakan, maka anggaran kegiatan revitalisasi pabrik gula yang akan dilaksanakan pada tahun ini adalah sebesar Rp.19,5 miliar,” jelasnya.