Foto: Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM Thaib (kiri) berbincang dengan Direktur LSM Kanopi Kanada Andrew Simon Wright di sela sela Acara Pencanangan Pembangunan Barier di Peunaron, Aceh Timur, 24 Mei 2016.
KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Permasalahan konflik gajah vs manusia yang terus berlarut, sedikit menemui titik terang. Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, hari ini melakukan acara pencanangan pembangunan barrier (pembatas), yang dilakukan di Desa Arul Pinang, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Selasa 24 Mei 2016.
Kepala Dinas Kehutanan Aceh Timur, Iskandar, S.Hut, dalam laporannya mengatakan barrier (pembatas) yang akan dibangun melintasi wilayah sepanjang 48,9 KM dengan lebar 4 meter dan kedalamannya mencapai 5 meter. “Pembangunan barrier (pembatas) gajah ini diharapkan, dapat mengurangi tingkat konflik antara manusia dengan satwa liar, terutama gajah yang sering dan bahkan sudah lama terjadi di kawasan Aceh Timur,” ujar Iskandar.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM Thaib sangat mengapresiasi dukungan dari perusahaan – perusahaan perkebunan yang berada di Aceh Timur yang telah berkomitmen untuk mendukung program peningkatan, perlindungan populasi dan habitat gajah di Aceh Timur.
“Pemkab Aceh Timur terus berusaha semaksimal mungkin agar penanganan masalah antara gajah vs manusia, sesuai dengan prinsip kelestarian lingkungan dan sumber daya alam lainnya. Oleh karena itu, inisiatif pembangunan barirer (pembatas) ini, diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang terjadi selama ini dengan tidak melanggar aturan dan undang undangvyang berlaku,” ujar Bupati Rocky di sela sela sambutannya.
“Pembangunan barrier (pembatas) ini sejatinya diperuntukan sebagai pelindung bagi masyarakat dan bagi gajah, agar habitat nya terjaga supaya populasi gajah tidak punah,” pungkas Rocky.
Acara pencanangan pembangunan barrier (pembatas) gajah tersebut turut dihadiri oleh Unsur Forkopimda Aceh Timur, Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul bin Syama’un, Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Akhyat, S.STP, M.AP, Staf Ahli dan Asisten Setdakab Aceh Timur, Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Genman Hasibuan, Direktur Forum Konservasi Leuser (FKL) Rudi Putra, Sejumlah Direktur Perusahaan Perkebunan di Aceh Timur, sejumlah Kepala SKPK, Muspika Kecamatan Peunaron serta Tokoh Masyarakat dan Tokoh Ulama.
Acara yang berjarak 3 jam perjalanan darat dari Kota Idi tersebut juga turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan LSM asing, diantaranya Direktur Kanopi Kanada dan Direktur LSM A.C.C.I, serta perwakilan dari LSM Paneko, LSM FFI, dan LSM Feswic.
REPORTER : ZAMZAMI ALI
Klikkabar.com Jujur Mengabarkan