Home / ACEH / Mahasiswa Telcom University Bandung Keluhkan Rumitnya Birokrasi di Banda Aceh

Mahasiswa Telcom University Bandung Keluhkan Rumitnya Birokrasi di Banda Aceh

' Wakil Ketua DPR Aceh Teuku Irwan Djohan dan Telcom University Bandung 1

@Klikkabar.com

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH –  Mahasiswa Telcom University (Tel-U) Bandung asal Aceh mendatangi gedung DPR Aceh untuk beraudiensi dengan Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan ST tentang persiapan pelaksanaan kegiatan ‘Try-Out dan Talkshow’ masuk Perguruan Tinggi diluar Aceh, Senin, 4 Januari 2015.

Dalam pertemuan itu, Ketua Panitia Try Out, Arif menyampaikan kesiapan para mahasiswa Tel-U Bandung asal Aceh melaksanakan kegiatan try out tersebut kepada para pelajar SMA/SMK/MAN di wilayah kota Banda Aceh yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 10 Januari 2015, mulai jam 08:30 Wib di Aula Balai Kota, Taman Sari, Banda Aceh.

“Kami datang untuk meminta kesediaan bang Irwan Djohan menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan try-out yang didukung oleh PT Telkom itu guna memberikan motivasi dan pengalamannya kepada para siswa-siswa kota Banda Aceh yang ingin kuliah di luar Aceh pada tahun ini, serta berbagi pengalaman tentang cara beradaptasi dengan lingkungan kampus dan budaya masyarakat diluar Aceh”, ujar Arif.

Kelima mahasiswa Tel-U Bandung ini juga menyampaikan keluhannya tentang betapa rumitnya proses birokrasi pengurusan izin pelaksanaan kegiatan di Kota Banda Aceh, mereka berharap kedepan proses perizinan kegiatan di kota Banda Aceh dapat dipermudah, cepat, simple dan tidak ribet seperti saat ini.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan menjelaskan bahwa ia sedang berupaya perlahan-lahan mengubah citra parlemen dan pemerintah Aceh yang selama ini dinilai negatif oleh masyarakat seperti gubernur dan anggota dewan terlalu sulit untuk di akses, dijumpai, dan sulit untuk diajak berdiskusi tentang berbagai persoalan yang sedang dihadapi rakyat agar kedepan bisa lebih baik dan transparan.

“Saya sedang berusaha mengubah citra negatif masyarakat terhadap parlemen dan pemerintah Aceh, yang saya mulai dari diri saya sendiri dulu. Karenanya sejak kampanye Pemilu lalu hingga kini ini saya mempublikasikan nomer handphone saya di spanduk, billboard hingga media sosial agar mudah dihubungi oleh masyarakat Aceh secara langsung lewat SMS, akun Facebook pribadi, Instagram maupun Twitter. Hanya saja dalam membalas ratusan pesan dan permohonan dari masyarakat  setiap hari yang masuk lewat hp dan medsos saya itu, baru dapat saya balas setelah selesai melaksanakan tugas utama seperti sidang, rapat, melayani warga dan menghadiri sejumlah undangan kegiatan”, sebut Irwan Djohan.

Menurut Irwan, ia selalu membalas sendiri satu-persatu pesan masyarakat dari seluruh Aceh disela-sela waktu luangnya setiap hari, namun ada kalanya ia baru bisa membalas sms warga setelah 3-4 hari kemudian. Terutama yang isi pesannya seperti minta bantuan sejumlah uang untuk pribadi, minta pekerjaan hingga soal minta proyek, jenis-jenis pesan seperti ini ia membutuhkan waktu untuk berfikir dan mempertimbangkannya sebelum membalas pesan tersebut.

“Insya Allah, semua pesan yang masuk akan saya balas sendiri, walaupun tak semuanya bisa saya respon dengan cepat karena alasan-alasan tadi”, tutur Ketua Partai NasDem Kota Banda Aceh.