Home / ACEH / Pasca Hujan, Kondisi Mina Kondusif

Pasca Hujan, Kondisi Mina Kondusif

Ketua Kloter 08 Jemaah Haji Aceh, Rusli bersama Juru Bicara PPIH Embarkasi Aceh, Muhammad Nasril. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

*Jemaah Haji Aceh Dalam Kondisi Sehat

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Hujan deras disertai es mengguyur sebagian Kota Mekkah, Arab Saudi pada Senin (12/8/2019).

Akibatnya, beberapa tenda di maktab mati lampu. Hal tersebut sesuai permintaan Difa’ Madani untuk alasan keamanan.

“Tapi semua sudah kembali normal sejak kemarin malam. Sebelumnya sempat mengakibatkan para jemaah yang ingin menuju ke jamarat atau tempat lempar jumrah menghentikan aktivitasnya dan berteduh di tempat aman, tapi saat ini Alhamdulillah Mina aman terkendali,” kata Juru Bicara PPIH Embarkasi Aceh, Muhammad Nasril kepada wartawan di Banda Aceh, Selasa (13/8/2019) tadi malam.

Kata Nasril, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Aceh memastikan Jemaah Haji Aceh dalam kondisi sehat dan aman terkendali. Bahkan para jemaah mencari alternatif lain untuk menuju lokasi jamarat saat hujan dan tidak menjadi kendala.

“Alhamdulillah jemaah kita (Aceh) dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Bahkan pada saat kondisi cuaca hujan itu, jemaah kita tidak mengurungkan niatnya berangkat ke lokasi jamarat yang berjarak 3 KM dari tenda pemondokan,” ujar Nasril, usai menerima laporan dari petugas Kloter 8, H. Rusli, yang mendampingi jemaah Aceh.

Pelemparan jamarat untuk hari ketiga dijadwalkan akan berlangsung bakda zuhur dan juga ada pagi. Dikatakan Nasril, secara umum khususnya JCH Aceh dalam keadaan sehat dan aman. Sebagian jemaah yang sudah melakukan pelemparan jamarat, saat ini sedang istirahat di tenda memulihkan kondisi fisik.

“Secara umum Alhamdulillah JCH Aceh dalam keadaan sehat wal’afiat. Pantauan petugas di posko ada beberapa orang yang batuk dan flu. Bakda zuhur nanti mereka akan melontar jamarat untuk hari ketiga,” ujarnya.

Nasril mengatakan, keluhan jemaah Aceh yang mendominasi saat ini hanya lemas akibat kelelahan fisik pasca kembali dari Jamarat. Yaitu seperti batuk,nyeri tenggorokan, dan pilek.

“Mereka yang telah kembali dari jemarat sekarang sedang istirahat untuk memulihkan kondisi badan. Istirahat cukup, makan dan minum yang baik. Mohon doanya untuk semua jemaah kita agar sehat dan menjadi haji mabrur,” ungkapnya.

Selain itu ia mengatakan, saat ini juga ada beberapa jemaah haji Aceh yang dirawat di RS Arab Saudi, KKHI Mekkah dan juga dirawat di tenda.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Senin (12/8/2019) siang cuaca panas di Mina tiba-tiba berubah menjadi angin kencang disertai hujan deras hingga menjelang sore hari pukul 15.30 waktu setempat.

Peristiwa itu banyak diabadikan jamaah haji seluruh dunia ini karena iklim ekstrim yang terjadi saat suasana terik panas matahari berubah menjadi hujan dan angin yang membuat tenda tenda ikut bergerak.

“Tapi saat ini Mina aman terkendali,” jelas Nasril.

Sementara ini, kata Nasril, rata-rata jemaah haji Aceh mengambil Nafar Tsani, Nafar Tsani atau Nafar Akhir ini, yaitu keberangkatan jamaah haji meninggalkan Mina pada tanggal 13 Zulhijah setelah melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah.

“Sedangkan yang mengambil nafar awal, hari ini jemaah kembali ke penginapan di Mekkah,” tutur Nasril. []