Home / BERITA TERBARU / Satu Jam Diguyur Hujan, Mina Tergenang Air

Satu Jam Diguyur Hujan, Mina Tergenang Air

Ketua Kloter 08 Jemaah Haji Aceh, Rusli (kiri) bersama Juru Bicara PPIH Embarkasi Aceh, Muhammad Nasril. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, Mekkah – Terik panasnya cuaca di Mina pada siang hari berubah menjadi angin dan hujan menjelang sore hari pukul 15.30 WAS, Senin (12/8/2019).

Suasana yang banyak diabadikan jemaah haji seluruh dunia ini karena iklim ekstrim yang terjadi saat suasana terik panas matahari berubah menjadi hujan dan angin yang membuat tenda-tenda ikut bergerak.

Jemaah yang ingin menuju ke jamarat juga terpaksa menghentikan aktivitasnya akibat hujan lebat yang disertai angin kencang melanda Mina dan sekitarnya.

Ketua Kloter 8, Rusli mengatakan, derasnya hujan selama satu jam, membuat beberapa ruas jalan di sekitar Mina tergenang air selutut orang dewasa sehingga tidak bisa dilewati jemaah yang ingin melontar.

“Air tergenang mungkin karena tumpukan sampah di mana-mana,” ujar Rusli melalui Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Muhammad Nasril, Senin (12/8/2019).

Namun, kata Rusli, kondisi tersebut tidak mengurungkan niat jemaah Aceh untuk berangkat ke lokasi jamarat yang berjarak 3 Km dari tenda pemondokan, dan mereka bersama petugas mencari alternatif lain untuk menuju lokasi jamarat.

“Jemaah banyak yang mengambil alternatif jalan lain meski sedikit jauh, karena ada ruas ruas jalan yang tidak tergenang air,” kata Rusli.

Suasana Mina, Mekkah usai diguyur hujan. (Istimewa)

Lebih jauh, Rusli menjelaskan bahwa pada 11 Zulhijjah, jemaah tidak terlalu riskan melakukan perjalanan ke lokasi jamarat maupun kembali ke pemondokan setelah usai melontar, tidak sama halnya pada hari pertama, lempar jumrah aqabah.

“Kalau hari pertama titik melontarnya hanya pada satu titik, jadi jemaah seluruh dunia terkosentrasi pada satu jamarat, kemudian jemaah dari negara lain yang tiba dari muzdalifah langsung ke jamarat, sehingga pihak maktab melarang untuk melontar pada pukul 04.00 sampai jam 10.00 demi keamanan, sedangkan hari ini lebih bebas untuk mengatur waktu ke jamarat,” jelas Rusli.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi air berangsur surut dan petugas sampah terus membersihkan saluran saluran air. []