Home / ACEH / Pemerintah Aceh Diusulkan Bangun ‘Pasar Janda’

Pemerintah Aceh Diusulkan Bangun ‘Pasar Janda’

Wakil Ketua II DPR Aceh, Teuku Irwan Djohan saat berjumpa dengan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu di Jakarta. (Foto: FB Teuku Irwan Djohan)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Menjadi tulang punggung bagi sebuah keluarga tentu bukan hal yang mudah. Tidak hanya bagi para kaum laki-laki, kaum perempuan juga terkadang terpaksa menjadi pengharapan utama bagi keluarganya untuk mencari nafkah.

Di Arab Saudi, ada sebuah pasar yang khusus ditempati oleh para janda untuk mencari nafkah. Rata-rata, mereka telah ditinggal oleh mendiang suaminya. Namanya Pasar Al-Otaibiya.

Keberadaan ‘pasar janda’ tersebut rupanya membuat Teuku Irwan Djohan tertarik dan terinspirasi. Wakil Ketua II DPR Aceh itu merasa jika pasar dengan konsep seperti pasar Al-Otaibiya, sangat cocok diadopsi di Aceh.

Baca Juga: Illiza Dukung Pembangunan ‘Pasar Janda’ di Aceh

Pria kelahiran Kualasimpang, 1 September 1971 ini menilai, ‘pasar janda’ sangat cocok dibangun untuk peningkatan taraf perekonomian kaum perempuan di Aceh, terutama bagi mereka yang sudah tidak bersuami serta harus menafkahi anak-anaknya.

“Di Aceh kan banyak (janda), entah itu karena suaminya meninggal dunia karena konflik, karena tsunami dan lain sebagainya. Ini seharusnya menjadi perhatian pemerintah dalam hal peningkatan taraf perekonomian mereka,” kata Irwan Djohan kepada Klikkabar.com, Senin (5/8/2019).

Baca Juga: Irwandi: Saya ingin pulang ke Aceh

Lulusan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Jawa Timur yang juga politisi NasDem itu menambahkan, para pedagang yang diperbolehkan berjualan di pasar tersebut nantinya hanyalah para janda yang tidak mampu maupun yang sama sekali tidak memiliki penghasilan atau pekerjaan.

Anak kedua Alm. Mayjen TNI (Purn) H. Teuku Djohan itu juga menyarankan, kaum perempuan yang telah menyandang status janda tersebut nanti akan diberikan kios-kios (lapak) secara gratis dan tentunya tanpa kewajiban untuk membayar iuran apapun.

Baca Juga: Klaim Sawit Tak Rusak Hutan, Plt Gubernur Aceh Asbun?

“Awalnya, pemerintah tentu bisa memberikan modal secara cuma-cuma untuk mereka supaya dapat memulai usahanya. Pasar janda juga bisa diartikan sebagai ‘Pasar Jajanan Serba Ada’, artinya ada banyak macam dagangan yang disediakan disana,” sebutnya.

“Selain itu, pemerintah juga harus memberikan pendampingan rutin, agar mereka bisa mandiri dan usaha yang mereka rintis bisa berkembang. Saya rasa ini bukan mustahil dan sangat mungkin untuk dilakukan oleh Pemerintah Aceh,” tutup Irwan Djohan.

Lihat Juga: Salah Kaprah Tari Saman

6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Suaka Margastwa Rawa Singkil, ‘The Little Amazon in Aceh’