Home / ACEH / Ribuan Santri ‘Serbu’ Pantai di Aceh Timur

Ribuan Santri ‘Serbu’ Pantai di Aceh Timur

Aksi damai santri Aceh Timur di Pantai Leuge, Peureulak, Minggu (28/7/2019). (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Ribuan santri dari sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) atau Dayah yang ada di Kabupaten Aceh Timur, menggelar aksi damai pada Minggu (28/7/2019).

Aksi damai yang dirangkai dengan menggelar doa dan zikir bersama tersebut dilakukan untuk meminta kepada Sang Khaliq agar dijauhkan dari marabahaya serta dihindarkan dari segala musibah.

“(Kita) umat Islam punya misi, yaitu memerintahkan amar ma’ruf nahi mungkar, melarang kemungkaran dan beriman kepada Allah,” kata salah satu santri kepada Klikkabar.com, Minggu (28/7) siang.

Menurut informasi yang dihimpun Klikkabar.com, setelah berkumpul di Dayah Bustanul Huda Desa Alue Cek Doi, Julok, ribuan santri berangkat menggunakan belasan unit mobil.

Baca Juga: Kala Bupati Rocky Hapus Kesedihan Warganya

Ada yang berangkat dengan menggunakan mobil penumpang, mobil bak terbuka atau pick up maupun truk. Lokasi yang didatangi adalah Pantai Leuge yang ada di Kecamatan Peureulak.

Setibanya disana sekitar pukul 11:15 WIB, para santri kompak meneriakkan takbir untuk menyemangati santri-santri lainnya. Takbir memang dikenal sebagai salah satu cara yang sering dipakai untuk menyemangati massa.

“Andai tak ada takbir, saya tidak tahu dengan cara apa membakar semangat rakyat untuk melawan penjajah,” kata Bung Tomo usai pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Ya, takbir menjadi senjata Bung Tomo membangkitkan semangat arek-arek Surabaya melawan pasukan Inggris yang ingin menguasai Indonesia. Begitu juga dengan semangat perjuangan yang dikorbankan oleh para pahlawan lainnya seperti Cut Nyak Dhien, Teuku Umar, Pangeran Diponegoro dan sebagainya.

Baca Juga: Bupati Rocky: Stop Aktivitas Saat Azan

Tentu saja, perjuangan yang dilakukan oleh para santri kali ini berbeda dengan yang dilakukan oleh para pahlawan di masa penjajahan. Namun, para santri yang datang dengan dibimbing oleh guru-guru mereka, memiliki kesamaan karena melakukan pergerakan dan perjuangan di jalan Allah.

Menurut para santri, selama ini kerap terjadi penyimpangan dan maksiat yang dilakukan oleh para pengunjung yang datang ke sejumlah pantai khususnya yang ada di Aceh Timur.

“Jika Allah berkehendak menurunkan teguran berupa azab seperti tsunami Aceh pada 2004 silam, maka yang akan menanggung itu semua bukan si pelaku maksiat, tapi kita semua umat manusia,” sambung santri lainnya.

Setelah zikir dan doa bersama selesai dilaksanakan, rombongan santri pun bergerak pulang. Pantai Keutapang Mameh yang ada di Kota idi disebut-sebut menjadi tujuan selanjutnya.

Namun, hingga berita ini diturunkan Klikkabar.com belum mendapat kepastian perihal jadi atau tidaknya digelar aksi serupa.

Lihat Juga: 6 Peraturan di Aceh yang Bikin Heboh

Abi Lhok Nibong: Ulama Aceh tak Dukung Prabowo-Sandi

Abu Paya Pasi: Perbub Tentang Mazhab Imam Syafi’i Sudah Sangat Tepat