Home / ACEH / Persita Kalah, Widodo Marah

Persita Kalah, Widodo Marah

Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro marah saat timnya dikalahkan Persiraja dengan skor 0-1 dalam lanjutan Liga 2 di Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh, Jumat (19/7/2019) malam.

Bahkan, eks pelatih Bali United itu menuding kekalahan mereka tak terlepas dari kepemimpinan wasit. Menurut Widodo, pertandingan tersebut tidak menarik ditonton karena sang pengadil yang terkesan berpihak pada tuan rumah.

“Saya sudah lama di sepakbola Indonesia. Menurut saya pertandigan ini tidak menarik, padahal yang saya harapkan dari awal menarik,” kata Widodo, usai pertandingan.

Dalam laga itu, Persiraja unggul berkat gol tunggal Defri Rizki pada menit 57 lewat titik penalti. Hadiah 12 pas itu diberikan wasit setelah pemain Persita melanggar pemain tuan rumah.

Hadiah penalti itu mendapat protes dari tim tamu. Namun, wasit tetap pada keputusannya.

Jalannya Pertandingan

Laga Persiraja melawan Persita berlangsung ketat dan sengit. Babak pertama, tuan rumah lebih mendominasi permainan. Sementara tim tamu hanya mengandalkan serangan balik.

Pada babak kedua, tempo permainan semakin cepat. Kedua tim aktif dalam melakukan serangan. Namun sayang, permainan keras yang diperagakan pemain Persita membuat pemain tuan rumah emosi.

Kondisi ini mengakibatkan wasit beberapa kali mengeluarkan kartu kuning untuk kedua tim. Bahkan, pada menit 65, pemain Persita Adittia Gigis diusir oleh sang pengadil dari lapangan.

Pengusiran tersebut setelah pemain bernomor punggung 5 itu menekel keras pemain Persiraja. Bahkan, ia sempat melempar botol minuman ke arah tribun penonton. Aksi tak terpuji itu membuat sang wasit mengeluarkan kartu merah.

Atas hasil itu, Persiraja merangkak ke puncak klasemen sementara grub wilayah barat dengan poin 15. Sementara Persita Tangerang harus turun ke posisi empat dengan poin 12. []

Baca Juga:

Datangi Kemenhub, Aminullah Minta 28 Unit Bus

Musim Ini, Persiraja Butuh Dana 10 Miliar