Home / ACEH / Tastafi Banda Aceh Bantah Janji tak Lagi Bubarkan Konser

Tastafi Banda Aceh Bantah Janji tak Lagi Bubarkan Konser

Ketua Tastafi Kota Banda Aceh, Tgk Umar Rafsanjani (kanan) bersama Juru Bicara FPI Aceh, Tgk Mustafa Husen Woyla. (facebook)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ketua Tastafi Kota Banda Aceh Tgk. H. Umar Rafsanjani Lc MA membantah bahwa berjanji tidak akan membubarkan konser lagi.

“Itu hanya plesetan media dalam membuat judul, saya tidak pernah mengucapkan kata-kata janji itu, apakah secara lisan ataupun tulisan,” kata Tgk Umar Rafsanjani kepada Klikkabar.com, Selasa (16/7/2019).

Umar menjelaskan, dirinya hanya mengatakan terkait dengan konser Five Minutes di Blang Padang, Tastafi Banda Aceh beserta beberapa ormas Islam yang lain tidak melakukan pergerakan apa-apa.

Pertimbangannya, kata Umar, adalah setelah mendapatkan masukan dan arahan dari sesepuh seperti Tgk. H. Faisal Ali, Wakil Ketua MPU Aceh dan Tgk. H. Tu Bulqaini Wakil Ketua MPU Banda Aceh agar mereka saat ini hanya fokus mengawal fatwa MPU Aceh pada bidang aqidah dan ibadah saja.

“Maka kita tidak melakukan gebrakan apa-apa terhadap konser Five Minutes pada acara Expo Police di Blang Padang, biar pihak-pihak yang lain yang punya wewenang untuk menanganinya,” jelasnya.

Baca Juga:

Puluhan Ribu Penonton Tumpah Ruah di Konser Five Minutes

Alasan Konser Five Minutes tak Dibubarkan

Konser Base Jam di Aceh Dibubarkan Paksa, Kadisbudpar Bungkam

Dia menjelaskan, walaupun secara kapasitas ormas dan dukungan masyarakat yang cinta syari’at sanggup melakukannya, bukan berarti takut karena yang adakan acara itu pihak polisi seperti tuduhan segelintir provokator hantu yang sengaja memanas-manaskan keadaan agar mereka bentrok dengan pihak keamanan.

“Kenapa mesti takut jika itu benar, buktinya ketika kita membubarkan konser Base Jam di acara festival kuliner Aceh kita berhadapan dengan aparat keamanan juga di lapangan, sampai terjadi bentrokan kecil yang tidak kita inginkan dan bukan itu tujuan kita, dan kitapun tidak pernah menyalahkan pihak keamanan karena itu memang tugas mereka untuk mengamankan suasana,” kata Umar.

Contoh lainnya, kata Umar, ketika pihaknya membubarkan kajian wahabi yang menyimpang dengan fatwa MPU Aceh di Masjid Al Fitrah Simpang Keutapang itupun dalam lingkungan asrama TNI juga, Kapolresta Banda Aceh dan Kasdam Aceh juga hadir waktu itu.

“Jadi untuk ke depan kita hanya fokus kepada pengawalan fatwa MPU Aceh bidang aqidah dan ibadah saja, terkait dengan acara konser kita hanya bermain di belakang layar dengan cara beraudiensi dengan pihak pihak tertentu agar even-even seperti konser yang berpotensi kepada pelanggaran syariat Islam agar tidak diadakan, adapun terkait dengan eksekusi pembubaran di lapangan itu kita serahkan kepada pihak yang punya wewenang untuk membubarkannya, dan jikapun kita dibutuhkan juga maka kita selalu siap berada di garda terdepan untuk menjaga bumi syari’at ini semata mata karena Allah,” jelasnya. []

Nonton Juga: