Home / ACEH / Mobil Sabhara Polres Lhokseumawe Tabrak Mobil Warga Aceh Timur

Mobil Sabhara Polres Lhokseumawe Tabrak Mobil Warga Aceh Timur

Mobil URC Sat Sabhara Polres Lhokseumawe yang terlibat kecelakaan di Lhokseumawe, Jum’at (12/7) malam. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, LHOKSEUMAWE – Mobil operasional milik Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Sabhara Kepolisian Resort Lhokseumawe, Provinsi Aceh, terlibat kecelakaan dengan mobil Toyota Kijang Kapsul di Kota Lhokseumawe, Jum’at (12/7) malam.

Menurut informasi yang dihimpun Klikkabar.com, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, sejumlah penumpang mobil Kijang mengalami trauma.

Mobil Kijang yang disopiri oleh Adnan, warga Kec. Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur itu membawa rombongan keluarga dan baru saja pulang melayat di rumah salah satu familinya yang baru saja meninggal dunia di Sigli.

Setibanya di kawasan Lhokseumawe, hujan deras yang baru saja melanda membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Adnan, kepada Klikkabar.com mengatakan ia memperlambat laju kendaraannya saat itu.

“Tiba-tiba mobil Avanza yang ada di depan mengerem, otomatis saya juga menginjak pedal rem dan seketika langsung dihantam sama mobil polisi yang datang dari arah belakang,” katanya.

Mobil Kijang tersebut mengalami ringsek di bagian belakang kiri serta bagian samping kiri. Sementara mobil Sabhara Polres Lhokseumawe yang dikemudikan oleh oknum polisi berpangkat Bripda, terlihat ringsek di bagian ujung kanan depan.

Usai kecelakaan, Adnan dan keluarganya kemudian diajak ke klinik Polres Lhokseumawe yang terletak di Jl. Samudera. Ia pun terpaksa ikut karena anggota Sabhara yang menabraknya mengatakan bahwa masalah tersebut akan diselesaikan dengan komandan mereka.

Kondisi mobil Kijang Kapsul milik warga Aceh Timur yang ditabrak dari belakang oleh mobil URC Sat Sabhara Polres Lhokseumawe, Jum’at (12/7) malam. (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

Kerugian Tak Ditanggung

Setiba disana, Adnan menceritakan bahwa ia diajak berdamai oleh oknum polisi yang diketahui bernama Husni (KBO Sat Sabhara), sementara polisi yang menabraknya tadi pergi karena alasan ada tugas yang harus diselesaikan.

Namun, damai yang dimaksud bukan lah membayar kerugian karena Husni menawarkan pilihan agar kerusakan kendaraan ditanggung masing-masing. Pilihan lain yang ditawarkan adalah membuat laporan ke pihak Satuan Lalu Lintas Polres Lhokseumawe.

“Mobil (kami) juga diperbaiki sendiri dan tidak ditanggung meskipun ini mobil operasional atau mobil dinas,” kata Husni.

Sementara itu Adnan mengaku tidak ingin memperpanjang masalah tersebut dikarenakan proses pengurusan administrasi tentu akan memakan waktu dan biaya tambahan yang tak sedikit karena jarak yang jauh. Selain itu, solusi membayar sebagian biaya kerusakan mobilnya juga tidak diindahkan oleh mereka.

“Posisi kami disini kan korban, karena kami ditabrak dari belakang, tapi biaya kerusakan yang diakibatkan oleh kelalaian mereka tidak mau ditanggung. Bahkan setengah saja tidak mau dibayar. Ini yang membuat kami kecewa. Apalagi ada anggota keluarga yang trauma, ada yang sampai menangis,” kata Ihsan, salah seorang penumpang.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita, jangan sampai terlibat kecelakaan dengan mobil polisi, beda kasusnya kalau sesama pengendara (sipil). Jeut ta meu get get, tapi meu nyoe awak nyo han ji tem (bisa kita selesaikan baik-baik, tapi mereka tidak),” keluh Ihsan.

Lihat Juga: Polisi Bekuk Jambret Sadis di Lhokseumawe

9 Polisi Aceh Timur Dituntut 10 hingga 17 Tahun Penjara

Polisi Tembak 3 Pembobol ATM Asal Medan di Aceh Utara