Home / BERITA TERBARU / Kepala Daerah harus Pahami Potensi Bencana

Kepala Daerah harus Pahami Potensi Bencana

Doni Monardo. (Foto: ist)

KLIKKABAR.COM, SURABAYA – Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengatakan, setiap pemimpin daerah harus memahami potensi bencana di wilayahnya serta harus melakukan upaya-upaya untuk mencegah dan mengantisipasi kemungkinan dampaknya.

“Bupati/wali kota, camat, sampai kepala desa harus mengetahui apa potensi ancaman bencana di daerah masing-masing,” kata Doni usai bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis (11/7/ 2019) malam.

Mengetahui dan memahami potensi dan ancaman bencana, menurut dia, merupakan bagian dari kesiapan mencegah dan mengantisipasi dampak bencana. Setelah mengetahui dan memahami potensi bencana di wilayahnya.

Doni melanjutkan, pemimpin daerah harus menyiapkan strategi pencegahan dan penanggulangan dengan tujuan meminimalkan jumlah korban dan kerugian akibat bencana.

“Pelayanan publik yang terbaik adalah bagaimana negara hadir memberikan perlindungan kepada masyarakat dan menyelamatkan jiwa manusia,” katanya.

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dalam mencegah dan menghadapi bencana, BNPB antara lain melaksanakan ekspedisi desa tangguh bencana (Destana), yang mencakup sosialisasi dan pelatihan-pelatihan hingga tingkat keluarga.

Doni mencontohkan, daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau teknologi membutuhkan strategi khusus untuk menyampaikan peringatan dini bencana, misalnya dengan meminta warga meletakkan barang yang mudah jatuh pada bagian tertentu dalam rumah untuk menandai gempa.

“Begitu ada gempa kalengnya jatuh, dan itu tanda bahwa dia harus segera meninggalkan rumah. Ini dilakukan terutama saat malam hari atau ketika kita tidur,” ujar Doni.

Doni mengemukakan bahwa sampai saat ini belum ada satu teknologi pun yang memungkinkan memprakiraan gempa terjadi.

“Tetapi, pengetahuan terus berkembang. Mudah-mudahan di kemudian hari teknologi bisa memprediksi kapan gempa akan terjadi. Namun, sejauh ini yang sangat akurat belum ada, hanya saja yang mendekati akurat sudah mulai banyak,” pungkasnya. (Antara)