Home / BERITA TERBARU / Kemendagri: 3 Tips Hadapi Bencana Alam

Kemendagri: 3 Tips Hadapi Bencana Alam

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal. 

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Terdapat tiga jenis pelayanan dasar dalam penanggulangan bencana yang wajib disediakan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota kepada setiap warga negara secara minimal.

Tiga penanggulangan itu meliputi pelayanan informasi rawan bencana, pelayanan pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap bencana, dan pelayanan penyelamatan dan evakuasi korban bencana.

Demikian sebut Safrizal Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (10/7/2019).

“Kita sadar bahwa wilayah indonesia sebagian besar memiliki risiko besar bencana dalam bermacam jenis bencana,” ungkap Safrizal.

Safrizal menyatakan dalam menghadapi bencana alam, ada tiga kondisi yang bisa dilakukan manusia yakni memindahkan bencana. Jika langkah pertama tidak bisa dilakukan, maka tempuh langkah kedua yakni  menghindari bencana.

Bila langkah pertama dan kedua tidak dilaksanakan, maka  langkah teraknir yakni berdamai atau hidup damai dengan bencana.

“Dari segala hal menghadapi bencana alam, maka perkuat kearifan lokal yang sudah ada di masyarakat,” katanya dalam jumpa pers Ekspedisi Desa Tangguh Bencana 2019.

Sementara  berdasarkan kajian risiko bencana dari BNPB, terdapat 5.744 desa/kelurahan berada di daerah rawan tsunami, dan 584 di antaranya ada di selatan Jawa.

Dalam rangka memberikan edukasi tanggap bencana dan perintisan desa tangguh bencana beberapa desa di pesisir selatan Jawa, BNPB menjadi pelopor terselenggaranya Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Ekspedisi Destana 2019)  yang akan dimulai Kamis (11/7) besok.

Perjalanan dimulai dari Banyuwangi, Jawa Timur, meyusuri pantai selatan Jawa, menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, kemudian ke Jawa Barat, Pangandaran, Garut dan nantinya akan berakhir di Banten pada 16 Agustus 2019.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB Lilik  Kurniawan mengungkapkan, ekspedisi ini melibatkan lebih dari 200 peserta. Intinya guna meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat dan juga aparat BPBD dalam menghadapi resiko bencana terutama Tsunami.

“Peserta nantinya akan menyebar ke desa, memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah, kemudian singgah dan tinggal beberapa hari di desa-desa, untuk membangun kesiapsiagaan di tingkat desa, dengan berbagai kegiatan kreatif yang akan di gelar di tiap desa,” pungkas Lilik.