Home / ACEH / Masyarakat Aceh Diminta Tolak Nikah Siri

Masyarakat Aceh Diminta Tolak Nikah Siri

Ilustrasi pernikahan. (Dok. Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Aceh, Daud Pakeh melalui Kepala Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Hamdan meminta masyarakat menolak pernikahan yang dilakukan secara siri atau tidak tercatat di KUA. Karena, pernikahan seperti itu dapat merugikan perempuan dan juga anak.

Hal tersebut disampaikan Hamdan mengingat di Aceh masih banyak terjadi pernikahan yang tidak tercatat di KUA kecamatan.

“Pastikan nikah anda tercatat di KUA, jangan mau diajak nikah siri karena ini dapat merugikan kaum perempuan khususnya, maka dengan dalih apapun tolak nikah siri itu, ini demi kemaslahatan suami, istri dan juga anak,” kata Hamdan dalam siaran pers diterima Klikkabar.com, Minggu (7/7/2019 tadi malam.

Ia juga mengingatkan tentang pentingnya pencatatan pernikahan di KUA yaitu demi kepastian hukum dan kemaslahatan bagi suami, istri dan juga anak-anak.

“Dengan adanya pengukuhan dari Kantor Urusan Agama (KUA)  Kecamatan, artinya negara ikut mengakui adanya pernikahan. Ini merupakan cara terbaik untuk mencegah fitnah serta memberikan posisi yang pasti bagi suami dan istri di hadapan hukum,” jelas Hamdan.

“Kemudian pernikahan yang dilakukan secara resmi dapat memudahkan pasangan suami istri saat berurusan birokrasi, seperti administrasi kependudukan, kemudian juga paling penting untuk memastikan istri dan anak mendapat hak mereka,” lanjut Hamdan.

Ia menambahkan saat ini tidak ada lagi alasan tidak melakukan pencatatan pernikahan ke KUA, apalagi sekarang pencatatan pernikahan di KUA nol Rupiah atau gratis.

“Kalau persyaratannya sudah lengkap dan sesuai prosedur datang dan catat nikahnya di KUA, apalagi sudah gratis, kalau nikah di luar KUA bayar Rp. 600 ribu disetor langsung ke Bank, hal ini sesuai dengan PP No 19 Tahun 2015,” kata Hamdan.

Untuk mencegah pernikahan siri tersebut, Hamdan mengajak semua pihak, baik Kemenag, Pemerintah Aceh, DPRA, LSM dan semua unsur untuk mengkampanyekan pentingnya pencatatan nikah di KUA.

“Mari sama sama kita sosialisasikan ini,” ujar Hamdan. []