Home / ACEH / Saat Ombak Menerjang di Tengah Lautan

Saat Ombak Menerjang di Tengah Lautan

Suasana perairan Sabang – Banda Aceh saat diguyur hujan dan angin kencang, Selasa (25/6/2019). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Suasana Pelabuhan Balohan, Kota Sabang terlihat padat pada Selasa (25/6/2019) tadi pagi. Demikian juga langit, awan nampak mulai menumpuk dan kemudian berubah menjadi hitam.

Ada dua kapal yang akan berangkat pagi tadi menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh yakni kapal lambat Ro-Ro dan kapal cepat Express Bahari 8B.

Kapal lambat Ro-Ro berangkat lebih awal, kemudian disusul oleh kapal Express Bahari 8B.

Sekitar pukul 08.10 WIB, kapal Express Bahari melepaskan diri dari dermaga. Cuaca semakin mendung disertai angin kencang.

Sekitar 5 menit kapal berlayar, hujan deras disertai angin kencang melanda perairan Sabang-Banda Aceh. Sehingga, ombak lautan mendadak meningkat. Kondisi itu membuat kapal terasa oleng ke kiri-kanan.

Suasana ruangan penumpang mendadak berubah, dari sebelumnya riuh menjadi senyap. Tanpa henti, sejumlah obak besar menghantam badan kapal. Satu dari dua unit televisi di ruangan penumpang pun mendadak mati.

Sejurus, raut wajah penumpang berubah menjadi ketakutan. Sebagian penumpang anak-anak menangis. Sementara penumpang dewasa lainnya hanya bisa terdiam. Beberapa di antara mereka memilih berzikir dan bertakbir.

Wartawan Klikkabar.com bersama beberapa wartawan lainnya ikut serta dalam pelayaran itu. Mereka baru saja melakukan liputan di bekas bangunan Karantina Jamaah Haji Nusantara di Pulau Rubiah, Kota Sabang.

Perjalanan itu difasilitasi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. Ikut serta dalam rombongan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag RI Sri Ilham Lubis.

Dalam pelayaran itu, terlihat juga Wali Kota Sabang Nazaruddin dan Kadibudpar Aceh, Jamaluddin. Mereka juga ikut panik saat ombak demi ombak menghantam kapal dari berbagai sisi.

Setelah diterjang badai dan menempuh perjalanan kurang lebih 50 menit, kapal akhirnya merapat ke Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh dengan seluruh penumpang dalam kondisi selamat.

Wildan El Fadhil, salah seorang penumpang mengaku tak menyangka ombak besar melanda perairan Sabang-Banda Aceh. Padahal, sebelum berangkat ke pelabuhan, langit Aceh terlihat cerah.

“Selama perjalanan saya hanya bisa berzikir, berharap selamat sampai Ulee Lheue,” kata Wildan.

Kasi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad mengatakan, tinggi gelombang di perairan Sabang-Banda Aceh hari ini mencapai 3 meter. Dia mengimbau kepada nelayan agar tidak melaut terlalu jauh ke tengah.

“Saya imbau pada nelayar atau kapal agar bila terlihat cuaca mulai mendung atau cuaca mulai memburuk segera merapat ke darat,” ujar Zakaria kepada Klikkabar.com, Selasa (25/6/2019).

Menurut Zakaria, cuaca buruk itu terjadi karena muncul pusaran angin tertutup sehingga terjadi belokan angin dan konvergensi di atmosfer yang menyebabkan terjadi perlambatan pergerakan massa udara di atmosfer Provinsi Aceh.

“Dengan terjadinya perlambatan massa, maka uap air yang terbawa oleh angin berkumpul di atas atmosfer Aceh dan akan tumbuh menjadi awan-awan hujan,” katanya. []