Home / BERITA TERBARU / Mahathir: Timur Tengah Tegang karena AS Provokasi Iran

Mahathir: Timur Tengah Tegang karena AS Provokasi Iran

Mahathir Mohamad. (Foto: BERNAMA)

KLIKKABAR.COM, KUALA LUMPUR – Perdana Malaysia Mahathir Mohamad menyebut bahwa Amerika Serikat (AS) memprovokasi Iran dan hal ini membuat meningkatnya risiko kesalahan perhitungan hingga dapat menyebabkan perang dunia.

“Saya pikir sejauh yang saya bisa lihat, adalah Amerika, yang membuat semua provokasi,” kata Mahathir saat ditanya yang bertanggung jawab atas kesalahan perhitungan saat diwawancara oleh CNBC, Sabtu (22/6/2019).

“Pertama, mereka menarik diri dari perjanjian (nuklir), dan sekarang mereka mengirim kapal perang ke Teluk, dan melakukan hal-hal yang akan memprovokasi Iran,” tuturnya di Bangkok, Thailand di mana para pemimpin Asia berkumpul untuk KTT Asosiasi Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Ketegangan antara AS dan Iran memasuki level baru pada hari Kamis, ketika Teheran menembak jatuh sebuah pesawat mata-mata tanpa awak militer Amerika. Insiden itu mendorong Presiden AS Donald Trump untuk menyetujui serangan militer pada beberapa target Iran.

Namun, 10 menit sebelum serangan dilakukan, Trump membatalkan hal tersebut. Trump mengatakan dia mencabut rencana itu karena dia yakin korban jiwa – diperkirakan sekitar 150 orang – tidak akan sebanding dengan jatuhnya pesawat tak berawak.

“Jika mereka berperang, itu tidak akan menjadi Iran melawan Amerika. Ini akan menjadi perang dunia,” Mahathir memperingatkan.

Pria berusia 93 tahun itu lantas menjelaskan bahwa negara-negara lain yang tidak ingin melihat senjata nuklir digunakan harus masuk dan menghentikannya.

Ketegangan yang terjadi saat ini di Timur Tengah tidak terlepas dari keputusan Trump yang secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir internasional dengan Iran pada Mei tahun lalu.

Sejak itu, AS telah memberlakukan kembali sanksi terhadap industri minyak vital Iran, yang bertujuan melumpuhkan ekonominya.

Pemimpin Malaysia tersebut juga memperingatkan bahwa harga minyak kemungkinan akan naik karena dunia internasional telah menjatuhkan Iran sebagai salah satu pemasok terbesar.

“Sebenarnya sanksi itu terhadap Malaysia juga,” kata Mahathir. “Karena kita tidak bisa berdagang dengan mitra dagang bagus yang disediakan Iran untuk kita,” imbuhnya.

“Permainan semacam ini menerapkan sanksi dan memaksa negara lain untuk mematuhi keputusan kekuatan besar sama sekali tidak demokratis. Ini penindasan,” tegasnya.

Mahathir menyebut Trump benar-benar tidak dapat diprediksi. “Orang yang satu ini, dengan satu masa pemerintahan lagi, dapat melakukan banyak kerusakan pada seluruh dunia,” pungkasnya. (Sindonews)

Lihat Juga: Reaksi Para Pemimpin Dunia Diambang Perang Iran-AS

Iran-AS Memanas, India Kirim Kapal Perang ke Teluk Persia

Hizbullah: Tentara AS Bisa Musnah Jika Serang Iran