Home / ACEH / Ismail Rasyid Ungkap Masalah Investasi di Aceh

Ismail Rasyid Ungkap Masalah Investasi di Aceh

CEO Trans Continent, Ismail Rasyid

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Ada banyak masalah mewujudkan kemajuan dunia investasi di Aceh.  dari berbagai persoalan yang menghadang tersebut, diyakini bisa diselesaikan dengan sinergi berbagai pihak.

Apalagi berkaitan dengan Musyawarah Provinsi Kadin Aceh dengan calon tunggal Makmur Budiman.

“Insya Allah dengan terpilihnya Kanda Makmur Budiman melalui kereta Kadin bisa membangun kembali jiwa  kebersamaan saudaga-saudaga Aceh untuk bersinergi baik sesama enterpreneur dan juga pemerintah kita agar kita bisa kembali membangun marwah dan kejayaan Aceh yang sesuai dengan program pemeritah menuju Aceh Hebat,” pinta CEO Trans Continent Ismail Rasyid di Banda Aceh, Rabu (19/6/2019).

Ismail menuturkan, tidak dibantah lagi, Aceh adalah daerah yang sangat kaya sumber daya alam serta mineral seperti emas, minyak dan gas bumi. Begitu juga komoditi unggulan seperti kopi, pala, kopra, minyak atsiri dan sebagainya.

Pengusaha nasional kelahiran Aceh ini mengingatkan masa lalu Aceh yang menjadi salah satu tujuan perdagangan internasional sangat terkenal dan menjadi salah satu bandar yang sangat sibuk di Selat Malaka.  Namun kini kejayaan tersebut telah bergeser seiring berjalannya waktu.

Di sisi lain, dalam aspek transportasi, Aceh berada di daerah paling ujung barat dari Indonesia.  tetapi secara  regional dan inrternasional, geografi  Aceh berada di posisi yang sangat strategis karena berada di tepi Selat Malaka yang menjadi salah satu jalur tersibuk sebagai alur pelayaran regional/internasional.

Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini mengajak seluruh warga untuk bersama-sama melihat masa depan untuk menjadi Banda Aceh sebagai salah satu hub internasional baik untuk seaport maupun airport menuju Aceh Hebat

“Untuk memajukan investasi di Aceh, semua pihak harus bersinergi, transparan, dan membuka komunikasi,” pinta pengusaha ekspedisi alat berat dan kimia ini.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Jakarta (2019-2024) itu menjelaskan  investor akan investasi di daerah jika ada tiga infrastruktur utama yang menjadi prioritas perhatian pemerintah termasuk kualitas dan tatanan  peraturan yang berkaitan.

Tiga syarat tersebut  yakni jalan untuk untuk membuka akses mobilisasi  orang dan barang. Kedua, pelabuhan yang dilengkapi sarana pendukung  yang memadai  dan ketiga, bandar udara berkelas nasional atau regional.

Dibandingkan dengan infrastruktur di Aceh , investor cenderung ke Sumatera Utara karena prasyaratan itu ada di sana.

“Beberapa hal di atas menjadi tantangan tumbuhnya investasi di Aceh. Ada faktor lain  seperti karakter penduduk, kualitas SDM, kekhawatiran dan ketersediaan listrik yang memadai karena masih cenderung tergantung ke Sumatera Utara, tingkat kepercayaan investor kepada pemerintah/institusi akibat dari ketidakpastian pelaksanaan ketentuan dan melindungi investasi (lemahnya penegakkan hukum ) dan daya beli masyarakat,” papar Ismail yang membuka Kantor Cabang Trans Continent di Perth, Australia.

Dalam kacamata pengusaha, ismail menyatakan ada  ada tiga bentuk badan usaha investasi yakni PMA, PMDN, dan  swasta nasional. dijelaskan  semua bentuk  badan usaha itu  adalah profit oriented.

Maka, dipastikan sebelum melakukan investasi, investor akan melakukan pengkajian yang sangat detail tentang beberapa hal yakni business prospect (prospek bisnis), capital value (Rencana dan nilai investasi dan return invesment), technologi (teknologi) dan  market access (akses ke suplier maupun ke pasaran akhir).

“Saya yakin Kanda Makmur Budiman paham tentang kendala Kadin di Aceh. Kita tunggu gebrakan pengusaha senior itu,” pungkas Ismail.