Home / ACEH / Bayi Gajah yang Terjerat di Aceh Timur Terluka Parah

Bayi Gajah yang Terjerat di Aceh Timur Terluka Parah

Anak gajah yang terkena jerat di hutan Desa Batu Sumbang, Kec. Simpang Kernih, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (18/6/2019). (Foto: BKSDA Aceh/Forum Konservasi Leuser)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Bayi gajah Sumatera atau Elephas Maximus Sumatranus, yang terkena jerat di Desa Batu Sumbang, Kec. Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (16/6/2019), berhasil ditemukan.

Bayi gajah malang yang diperkirakan berusia satu tahun itu pertama kali ditemukan oleh petani yang sebelumnya mencoba menghalau serta mengusirnya.

Namun, bayi gajah tersebut urung bergerak dari posisinya. Setelah dilihat dari dekat, baru lah diketahui kaki bayi gajah tersebut terjerat seling atau perangkap.

Baca Juga: Bayi Gajah Terjerat di Aceh Timur

Informasi tersebut kemudian segera diteruskan  ke pihak kepolisian serta Forum Konservasi Leuser (FKL) dan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Resort Langsa.

Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo saat dikonfirmasi Klikkabar.com mengatakan, bayi gajah tersebut saat ini telah ditangani oleh drh. Anhar dari Vesswic dan BKSDA serta dibantu oleh mitra FKL.

Tim gabungan tersebut dikatakannya berhasil menemukan bayi gajah berjenis kelamin betina itu usai melakukan pencarian selama dua hari.

Baca Juga: Bayi Gajah yang Terjerat di Aceh Diberi Nama Amirah

“Kondisi terluka cukup parah di kaki kiri depan karena terkena jerat dan sudah infeksi. Bayi gajah itu juga mengalami dehidrasi,” kata Sapto, Rabu (19/6/2019).

Ia menambahkan, posisi bayi gajah rencananya akan dipindahkan dari kawasan hutan tempat ditemukannya. Diperkirakan, anakan itu terpisah dari induk atau rombongannya sejak dua minggu lalu pasca terjerat.

“Sementara ini kondisinya masih bisa ditangani oleh tim bersama mitra di lokasi. Semoga bisa segera membaik,” pungkas Sapto.

Lihat Juga: Terkena Jerat Pemburu, Gajah Sumatera Mati di Aceh Timur

Deforestasi Faktor Utama Pemicu Konflik Gajah dan Manusia

PT Bumi Flora dan Kematian Gajah yang Terulang