Home / BERITA TERBARU / Jarang Ngobrol Bisa Picu Kerusakan Otak

Jarang Ngobrol Bisa Picu Kerusakan Otak

 

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Kerusakan otak karena penyakit tidak dapat dibantah. Namun, kerja dan fungsi otak dapat menurun karena kebiasaan buruk. Otak bisa dibilang sebagai mesin di dalam tubuh.

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, jika otak tidak bekerja secara optimal, sistem di dalam tubuh pun juga tidak akan berjalan dengan baik.

“Bayangkan jika otak Anda mengalami kerusakan. Layaknya mesin mobil yang rusak, pasti kendaraan tidak akan berjalan. Itu juga yang bisa Anda alami jika otak mengalami kerusakan. Anda menjadi sulit untuk beraktivitas,”  jelas Alvin dikutip dari Klikdokter, Ahad (16/6/2019).

Berikut deretan kebiasaan buruk bisa memicu otak Anda rusak:

  1. Kurang tidur

Kurang tidur memengaruhi otak. jika cukup tidur, hubungan antar-sel otak dalam memindahkan informasi menjadi lebih optimal. Kebiasaan tidur yang cukup, yakni sekitar 7-8 jam, dapat meningkatkan daya ingat Anda.

Selain itu, cukup tidur juga bermanfaat untuk mengurangi risiko Alzheimer dan membuat otak lebih kreatif.

  1. Jarang ngobrol

Kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial harus dipenuhi. Salah satunya adalah dengan mengobrol. Saat mengobrol, Anda mengubah pikiran dan perasaan Anda menjadi bahasa.

Dan, hampir secara bersamaan, otak Anda bekerja untuk memahami pikiran dan perasaan dari orang yang Anda ajak bicara. Hasilnya, otak akan lebih kuat dan responsif dengan rangsangan.

  1. Multitasking

Para peneliti di Universitas Stanford menemukan, orang-orang yang secara teratur dibombardir dengan berbagai aliran informasi dan kegiatan punya lebih banyak masalah dalam mengingat sesuatu.

Penelitian lain dari University of London juga menunjukkan bahwa multitasking (melakukan beberapa aktivitas dalam satu waktu) dapat menurunkan skor IQ sebesar 15 persen.

Studi lainnya menemukan bahwa orang yang sering multitasking berisiko tinggi mengalami kerusakan otak secara permanen.

Para peneliti menemukan bahwa multitasker memiliki kepadatan otak yang lebih sedikit di anterior cingulate cortex, wilayah yang bertanggung jawab untuk empati, serta kontrol kognitif dan emosional.

  1. Bekerja saat sakit

Memaksa otak Anda untuk bekerja atau belajar ketika sedang sakit adalah ide yang sangat buruk. Mengapa? Karena banyak energi yang dibutuhkan tubuh Anda untuk pulih malah teralihkan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Memaksa otak selama masa pemulihan Anda bahkan dapat semakin melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit.

  1. Tidak sarapan

Anda mungkin pernah mendengar bahwa sarapan adalah aktivitas makan paling penting dalam satu hari. Nyatanya, tidak sarapan memang dapat merusak otak Anda.

Sebuah penelitian di Jepang terhadap lebih dari 80.000 orang selama periode 15 tahun menemukan bahwa partisipan yang secara teratur melewatkan sarapan akan lebih berisiko terkena stroke dan tekanan darah tinggi.

Menurut peneliti, tekanan darah turun setelah sarapan. Jadi, sarapan setiap hari dapat mengurangi risiko pendarahan otak.

  1. Banyak konsumsi makanan manis

Terlalu banyak makan manis mengacaukan penyerapan nutrisi dalam makanan yang Anda konsumsi. Hal tersebut dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Otak membutuhkan nutrisi yang baik untuk tetap bekerja pada tingkat optimal. Sebuah studi pada 2011 menunjukkan hubungan yang kuat antara asupan gula dan fungsi kognitif peserta studi.

  1. Minum alkohol

Dalam sebuah penelitian di British Medical Journal, para peneliti dari University of Oxford dan University College London melihat dampak dari konsumsi alkohol pada otak. Studi ini mengamati kemampuan kognitif lebih dari 500 orang dewasa selama 30 tahun.