Home / BERITA TERBARU / Arum Sabil: BUMN Seharusnya Terima Penugasan Impor Gula

Arum Sabil: BUMN Seharusnya Terima Penugasan Impor Gula

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) HM Arum Sabil. (IST)

KLIKKABAR.COM, SURABAYA – Masalah kebutuhan gula untuk konsumsi masyarakat dari tahun ke tahun semakin meningkat. Lima tahun lalu, konsumsi gula per kapita sekitar 18 kg. Kini,  konsumsi gula per kapita sekitar 22-24 kg.

Untuk menutupi kebutuhan gula dalam negeri, pemerintah mengimpor gula yang dilakukan oleh swasta. Kebutuhan gula secara nasional untuk konsumsi serta industri makanan dan minuman mencapai 5,7-6 juta ton dengan rincian kebutuhan rumah tangga sekitar 3 juta ton.

“Seharusnya  negara melalui BUMN yang menerima penugasan mengimpor gula. Dengan demikian, margin impor dinikmati oleh  BUMN yang bisa digunakan untuk revitalisasi pabrik-pabrik gula atau penyedian bibit unggul tebu,” pinta Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) HM Arum Sabil, Senin (17/6/2019) Surabaya.

Arum menuturkan, Indonesia mengalami kekurangan gula untuk masyarakat karena lahan tebu semakin menyempit, bibit tebu yang tidak unggul sehingga petani tebu tidak bisa menghasilkan 100 ton tebu per hektar,  namun hanya di bawah 70 ton per hektar.

Kondisi pabrik yang sudah tua serta biaya penggilingan tebu besar dan sebagainya. Untuk itu, setiap tahun, Indonesia impor gula.

Dalam catatan Arum,  kebutuhan gula secara nasional mencapai hampir 6 juta ton dengan konsumsi gula per kapita maksimal 24 kg. Sedangkan  produksu gula secara nasional dari tahun ke tahun terus menurun.

Lima tahun lalu, produk, produksi gula 2,5 juta ton. Tahun lalu, 2018, produksi gula secara nasional turun menjadi 2,1 juta ton. Bahkan tahun ini 2019 produksi gula secara nasional berpotensi anjlok di bawah 2 juta ton.

Demikian luas tanaman tebu secara nasional terus menyusut. Tiga tahun lalu, luas tanaman tebu  sekitar 470 ribu-500 ribu hektar, kini luas tanaman tebu secara nasional menyusut menjadi 400 ribu hektar.

“Saya tidak pro impor gula, namun impor gula harus dilakukan  secara selektif dengan melibatkan BUMN.  Negara harus menguasai  Impor gula bukan oleh pihak swasta. Impor gula untuk kepentingan stabilitas harga. Bukan untuk mematikan petani tebu,” ajaknya.

Menghadapi masalah kebutuhan gula, Amru memberi solusi pemerintah harus membenah sektor gula seperti  memberikan bibit tebu varietas unggul dan menghidupkan kembali riset penelitian tentang tanaman tebu.