Home / BERITA TERBARU / Rudal Jelajah S-400 Rusia yang Ditakuti AS dan Sekutunya

Rudal Jelajah S-400 Rusia yang Ditakuti AS dan Sekutunya

Sistem pertahanan rudal S-400 milik Rusia. (REUTERS/Sergei Karpukhin)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Amerika Serikat dan sejumlah Negara sekutunya merasa gusar ketika mendengar nama sistem pertahanan anti-serangan udara buatan Rusia, S-400 Triumf.

Bahkan, mereka berani mengancam Qatar, Turki dan India jika benar-benar membeli sistem rudal berkode NATO SA-21 Growler tersebut. Arab Saudi misalnya, yang mengancam bakal mengerahkan angkatan perangnya ke Qatar jika mereka membeli S-400.

Kemudian, Amerika Serikat, yang juga memperingatkan Turki dan India untuk tidak membeli sistem rudal berharga US$400 juta atau Rp5,5 triliun per unitnya itu.

S-400 merupakan alat utama sistem persenjataan angkatan bersenjata Rusia untuk membentengi wilayah udara di ibu kota Moskow, Kaliningrad di Baltik, dan Distrik Militer Timur.

Mengutip Viva sebagaimana dilansir dari laman Russia Today, pesaing dari sistem pertahanan milik AS, Patroit, ini mampu merontokkan jet tempur dan drone lawan dari jarak 400 kilometer serta rudal balistik dari jarak 60 kilometer.

Sistem ini terdiri dari radar multifungsi, sistem pendeteksi mandiri, rudal anti-serangan udara, tabung peluncur, dan kendaraan komando.

Dikatakan pula, setiap rudal yang ditembakkan dari sistem tersebut bisa melaju hingga 14 kali kecepatan suara yang mampu menghancurkan 36 sasaran secara simultan.

Karena itulah, seperti dilansir dari National Interest, rudal yang dibuat pada akhir 1980-an ini diklaim lebih hebat dari Patriot. S-400 juga mampu menembakkan empat jenis rudal, tergantung target yang dihadapi, untuk memberikan pertahanan berlapis.

Rudal 48N6DM, misalnya, yang mampu mengejar target hingga jarak 250 kilometer. Sedangkan, rudal 40N6 memiliki jangkauan hingga 400 kilometer dan dilengkapi dengan radar aktif untuk mengendus target dari jarak jauh.

Rudal ini mampu mengatasi target yang memiliki kemampuan jamming sinyal radio seperti AWACS, J-Stars, dan EA-68. Bukan itu saja, S-400 dilengkapi dengan sistem kontrol dan komando mobile.

Operatornya dilengkapi dengan konsol berlayar LCD untuk memantau data hasil pengintaian udara dari tiap peluncur. Operator juga bisa mengikuti munculnya pesawat musuh dan rudal serta mengkoordinasikan cara mencegat dan menghancurkannya.

Lihat Juga: Rusia Pasok S-300 ke Suriah, Israel dan AS Gusar

Disuplai Roket Jarak jauh, Hamas: Terima Kasih Iran

Hizbullah: Tentara AS Bisa Musnah Jika Serang Iran