Home / BERITA TERBARU / Hari Raya Ditanya Kapan Nikah? Ini Jawabannya

Hari Raya Ditanya Kapan Nikah? Ini Jawabannya

Ilustrasi pernikahan. (Dok. Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Hari Raya tiga hari lagi. Dan Anda harus iap-siap mendengar pertanyaan kapan nikah dari saudara hingga tetangga. Jawablah pertanyaan itu dengan santai agar tidak ditanya lagi seperti dikutip dari Republika, Minggu (2/6/2019).

  1. “Hilal jodoh belum terlihat”

Memang bulan puasa saja yang harus menunggu hilal. Jodoh pun sama. Kalau kata Afgan “Jodoh Pasti Bertemu.” Jika sudah waktunya bertemu dan dipersatukan dengan jodohmu, pasti akan terjadi kok. Karena memang belum ada tanda-tanda bertemu, ya bilang saja: “Hilal jodoh belum terlihat. Jadi nunggu hilal dulu.”

  1. “Nanti ya, kalau enggak Sabtu, ya Minggu”

Ketika ditanya kapan nikah, selow saja, enggak usah panik. Tipe jawaban “nanti ya, kalau enggak Sabtu, ya Minggu,” paling mudah diucapkan saat muncul pertanyaan kapan nikah dengan nada guyon. Toh memang benar kan, pernikahan biasanya digelar kalau enggak hari Sabtu atau Minggu.

  1. “Kalau diundang, mau ngado apa atau ngamplop berapa?”

Jengah, banyak orang kepoin kamu dengan bertanya kapan nikah? Langsung saja timpali pakai jawaban “kalau diundang, memang mau ngasih kado apa? Aku maunya berlian lho.” Bisa juga “mau ngamplop berapa?” Sesekali memang perlu jawaban menohok supaya mereka ‘mati kutu.’ Syukur-syukur sadar bahwa pertanyaan mereka itu sangat mengganggu.

  1. “Lebaran, KUA tutup”

Kalau Lebaran, pegawai maupun kantor pemerintahan biasanya tutup karena libur panjang. “Lebaran gini KUA-nya tutup,” bisa jadi jawabanmu kalau ditanya kapan nikah. Simpel tapi ngefek banget buat ngeles cantik.

  1. “Rencananya Mei tahun depan”

Saat ditanya kapan nikah, bilang saja ”rencananya sih Mei tahun depan.” Langsung deh teman atau saudaramu makin kepo. Terus kamu lanjutin saja dengan kalimat “maybe yes, maybe no,” sambil berlalu pergi. Beres kan.

  1. “Sudah dong! Nih lihat cincin kawin aku yang transparan”

Ada orang yang bertanya kapan nikah dengan nada bercanda maupun nada menyindir. Kamu bisa menjawab pertanyaan tersebut “sudah dong! Lihat nih cincin kawin aku. Warnanya transparan. Lihat enggak? Kalau enggak bisa lihat berarti amal soleh kamu kurang.” Gampang kan.

  1. “Memang mau nyariin calonnya?”

Jawaban ini juga bisa kamu coba untuk membalas pertanyaan kapan nikah, “memang mau nyariin calon buat aku?” Dengan cara tersebut, bisa jadi teman, saudara, orangtuamu betul-betul mencarikan jodoh untukmu. Mulai dari perkenalan, tahap pendekatan, jadian, dan enggak lama langsung married.

  1. “Besok, kalau enggak hujan”

Ini sih jawaban sekaligus doa,“besok ya, kalau enggak hujan.” Siapa tahu saja besok beneran kamu dilamar atau melamar seseorang dan akhirnya menikah. Hidup kan penuh misteri, termasuk soal jodoh.

  1. “Kapan-kapan, nunggu dolar turun jadi Rp10.000”

Jawaban ngeles lain yang bisa kamu pakai saat diberondong pertanyaan kapan nikah adalah “nanti kapan-kapan, nunggu dolar turun jadi Rp10.000.” Nah lho, ekonomi makro banget kan. Biar pusing deh mereka mikirin rupiah vs dolar. Habis jadi orang keponya keterlaluan.

  1. “Calonnya masih dijagain Tuhan”

Sekarang kan lagi ngetren kisah cinta pacaran bertahun-tahun, tapi bersandingnya dengan orang lain. Nah kamu bisa jawab pertanyaan kapan nikah dengan mengatakan “calonku masih dijagain Tuhan. Kalau sudah waktunya pasti dilepas buatku. Daripada aku yang jagain lama, nanti kawinnya malah sama orang lain.”

Dijamin deh orangtua, om, tante, tetangga, bahkan temanmu bakal langsung merembet ngegosip “oh iya ya, kayak Mbak Bulan (Luna Maya) dan Reino Barack. Pacaran 5 tahun, nikahnya sama Syahrini.” Ngeles kamu berhasil kan.

  1. “Doain aja segera ya”

Sudah menimpali pertanyaan kapan nikah dengan berbagai jawaban, tapi belum mempan juga, ya sudah pasrah aja. Cari jawaban diplomatis yang bisa menjadi doa untukmu, “doain aja segera ya.” Biasanya jika kamu melontarkan jawaban tersebut, orang yang bertanya akan mengamininya.

Jangan Baper, Tetap Berpikir Positif dan Bersabar

Belum bertemu jodoh di usia 30 tahun ke atas bukanlah momok. Tekanan untuk segera menikah dari orang-orang terdekat pasti akan selalu ada. Jangan diambil pusing. Kamu harus tetap berpikir positif, karena mungkin mereka bertanya kapan nikah karena peduli terhadapmu.

Begitupun ke Tuhan, percayalah bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Sambil menunggu jodoh, yuk kita memperbaiki dan memantaskan diri.