Home / BERITA TERBARU / Partisi Shaf Lelaki dan Perempuan Tak Ada di Masa Nabi

Partisi Shaf Lelaki dan Perempuan Tak Ada di Masa Nabi

Ilustrasi partisi salat.

KLIKKABAR.COM, MAKKAH – Mantan imam Masjid Al-Haram di Kota Makkah, Arab Saudi, Syekh Adil al-Kalbani melontarkan kritikan terhadap pemisahan shaf lelaki dan perempuan dalam salat menggunakan partisi atau hijab.

Syekh Adil menegaskan pemisahan shaf itu tidak memiliki akar dalam tradisi Islam dan itu merupakan paranoid (ketakutan sekali) terhadap kaum hawa. Dia bilang tradisi itu tidak semasa Nabi Muhammad masih hidup. Dia menjelaskan di zaman Rasulullah, kaum Adam salat di depan dan kaum Hawa di belakang tanpa ada pembatas atau hijab.

Dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi Saudi Broadcasting Corporation, Syekh Adil menegaskan pemisahan saf lelaki dan perempuan terjadi saat ini tidak memiliki akar dalam tradisi Islam dan itu merupakan bentuk paranoid (ketakutan sekali) terhadap kaum hawa.

“Menyedihkan sekarang, kita paranoid di dalam masjid merupakan tempat beribadah. Mereka (perempuan) benar-benar terpisah dari saf lelaki, mereka tidak bisa melihat jamaah lelaki dan hanya mendengarkan melalui pengeras suara,” kata Syekh Adil dikutip albalad.co, Jumat (31/5/2019).

“Kalau pengeras suara mati, mereka tidak tahu apa yang terjadi (saat dalam salat),” katanya.

Syekh Adil memuji reformasi dilakukan Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman  dengan memberikan kebebasan kepada kaum Hawa. Ada yang menjadi wakil menteri, duta besar, dan memegang jabatan penting lainnya.

Namun di sisi lain, Bin Salman terus menangkapi dan menahan pembangkang, termasuk ulama, wartawan, akademisi, pengusaha, pejabat, dan pangeran.