Home / BERITA TERBARU / Tak Cuma Indonesia, 5 Negara Ini Juga Pernah Batasi Media Sosial

Tak Cuma Indonesia, 5 Negara Ini Juga Pernah Batasi Media Sosial

Ilustrasi facebook.facebook

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Membatasi akses terhadap sejumlah media sosial dilakukan oleh Pemerintah Indonesia guna menekan penyebaran hoaks setelah aksi penolakan hasil Pilpres 2019 yang berakhir ricuh.

Indonesia bukan negara pertama yang melakukan langkah ini. Sejumlah negara lain seperti dilansir dari laman CNN Indonesia juga pernah menerapkan kebijakan serupa untuk meredam ketegangan di wilayahnya.

Sri Lanka

Republik Sosialis Demkoratik Sri Lanka menjadi negara teranyar yang menerapkan pembatasan media sosial. Negara itu sempat memblokir Facebook dan WhatsApp selama beberapa hari tak lama setelah delapan serangan bom di gereja dan hotel di tiga kota selama perayaan Hari Paskah, 21 April 2019 lalu.

Pemerintah Sri Lanka kemudian memblokir kembali dua medsos raksasa itu untuk sementara waktu pada Senin (13/5) lalu, menyusul serangan anti-Muslim yang muncul di sejumlah wilayah selama beberapa pekan terakhir.

Kementerian Informasi Sri Lanka menyatakan pemblokiran media sosial ini dilakukan demi mencegah penyebaran informasi keliru serta hoaks yang bisa memperkeruh keadaan.

Sudan

Di awal 2019, otoritas Sudan sempat memblokir sejumlah media sosial populer yang kerap dijadikan alat menyebarkan protes anti-pemerintah. Saat itu, para pemrotes mendesak Presiden Omar al-Bashir untuk mundur setelah berkuasa sejak 1989 lalu.

Internet memang menjadi sumber utama warga Sudan dalam mengakses beragam informasi. Berdasarkan data pemerintah, sebanyak 28 juta dari total 40 juta penduduk Sudan memiliki ponsel dan akses ke internet.

Namun, pemblokiran media sosial itu tak cukup untuk membungkam gerakan anti-pemerintah. Puncaknya, Bashir digulingkan oleh kudeta militer pada 11 April lalu.

Bangladesh

Bangladesh juga pernah memblokir sejumlah media sosial seperti Facebook dan WhatsApp selama tiga minggu terhitung mulai 18 November 2015 lalu.

Negara ini menerapkan kebijakan itu sebagai antisipasi protes menyusul keputusan Mahkamah Agung yang menerapkan hukuman mati terhadap dua pemimpin oposisi.

Empat hari setelah pemblokiran, Bangladesh menghukum gantung Salaudin Quader Chowdhury dan Ali Ahsan Mohammad Mojahed atas keterlibatan mereka dalam kejahatan perang pada 1971 lalu.

Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pernah memblokir Twitter pada Maret 2014 lalu ketika dirinya masih menjabat sebagai Perdana Menteri Turki.

Hal itu dilakukan tak lama setelah sejumlah dokumen yang mengungkap skandal korupsinya bocor melalui media sosial paling popular di Turki tersebut. Insiden itu terjadi ketika ia tengah bersaing dalam pemilihan umum secara langsung pertama di Turki.

Meski dikecam media dan aktivis hak asasi manusia, Erdogan tetap memberlakukan pemblokiran tersebut. Ia bahkan mengancam bakal ikut memblokir Facebook dan YouTube.

Vietnam

Republik Sosialis Vietnam juga pernah membatasi akses media sosial seperti Facebook pada Mei 2016 lalu selama beberapa hari saat Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengunjungi Hanoi.

Kebijakan itu diberlakukan sebagai upaya keras pemerintahan komunis Vietnam menindak para pembangkang yang terus menuntut penegakan HAM di negara Asia Tenggara itu.

Kala itu, Vietnam berupaya meminimalisir penggunaan sosial media sebagai sarana protes anti-pemerintah yang berbau politik dan pelanggaran HAM.

Lihat Juga: Gangguan Media Sosial akan Berlangsung 3 Hari

1.645 Konten Hoaks Beredar Terkait Pemilu 2019

Facebook Tempat Favorit Sebar Hoaks Pilpres 2019