Home / ACEH / Satu Ton Ganja Aceh Gagal Dikirim ke Jakarta

Satu Ton Ganja Aceh Gagal Dikirim ke Jakarta

Kapolresta Banda Aceh, Trisno Riyanto memperlihatkan barang bukti satu ton ganja dalam konfenrensi pers di Mapolresta setempat, Kamis (23/5/2019). (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Petugas dari Sat Narkoba Polresta Banda Aceh menggagalkan pengiriman satu ton ganja ke Jakarta.

Selain ganja, polisi juga menangkap tiga tersangka, terdiri dari satu orang supir, bandar, dan tukang muat ke dalam truk.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto menyebutkan, ketiga tersangka itu masing-masing berinisial N (sopir truk), warga Sumbar, B (bandar) dan R (tukang muat), keduanya warga Banda Aceh.

“Mereka ditangkap berdasarkan laporan masyarakat, sehingga petugas kita langsung menuju lokasi yang dimaksud,” kata Trisno dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh, Kamis (23/5/2019).

Kata Trisno, penggagalan itu dilakukan di Jalan Banda Aceh-Meulaboh tepatnya di Desa Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar pada Selasa 21 Mei 2019 malam lalu.

Saat disergap, sebut Trisno, petugas menemukan tiga laki-laki di dalam truk itu, mereka mencoba melarikan diri namun berhasil ditangkap petugas.

“Tersangka N (sopir) diupah 300 ribu per kilogram jika ganja sampai ke Jakarta, sementara R (tuang muat) diupah 300 ribu, dan tersangka B (tuang muat) diupah satu juta,” sebut Trisno.

Dari hasil pengembangan, kata Trisno, ternyata ada dua tersangka lagi yang terlibat dalam kasus ini. Keduanya adalah L (bandar), warga Kota Banda Aceh dan T (kernet) Sumbar. Saat penangkapan keduanya melarikan diri.

Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh, AKP Budi Nasuha waruwu menjelaskan, saat penangkapan kedua tersangka itu melarikan diri saat melihat petugas. Meski sudah diberi tembakan peringatan, kedua pelaku tetap tak mau menyerah.

“Akhirnya diketahui, tersangka B (tukang muat) yang sudah ditangkap saudara dari tersangka L yang melarikan diri, keduanya adik-kakak dan mereka bandar,” sebut Budi.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 111 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

“Saat ini kita sedang melakukan pengejaran terhadap dua orang yang kabur itu,” pungkasnya. []