Home / BERITA TERBARU / FOMO: Penyakit Para Penggila Media Sosial Masa Kini

FOMO: Penyakit Para Penggila Media Sosial Masa Kini

Nida Afifah

*Oleh: Nida Afifah

KLIKKABAR.COM – Media sosial adalah alat komunikasi yang memungkinkan orang untuk berhubungan dan berinteraksi satu sama lain, dan saat ini hampir setiap orang dari berbagai usia dan kalangan memiliki gadget yang di dalamnya terdapat banyak aplikasi terutama akun media sosial yang dapat digunakan untuk berhubungan dengan orang lain di dunia maya, seperti aplikasi Facebook, WhatsApp, Instagram, Twiter, Path dan sebagainya.

Pada aplikasi-aplikasi yang banyak digunakan oleh para remaja tersebut terdapat fitur yang bisa digunakan untuk menginfokan atau membagikan opini, lokasi, bahkan kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan baik dalam bentuk tulisan, foto, maupun vidio, sehingga teman-teman di dunia maya lainnya dapat melihat hal yang mereka bagikan tersebut. Hal ini mengakibatkan para pengguna media sosial tidak ingin ketinggalan berita sehingga membuat mereka sering mengecek pemberitahuan dan tidak ingin jauh dari handphonenya bahkan seseorang bisa saja tertidur dengan handphone, dan ketika bangun di pagi hari aktivitas yang pertama kali dilakukan yaitu memeriksa pemberitahuan dan pesan pada handphone, fenomena ini sudah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan kita sehari-hari saat ini, sehingga menimbulkan kecemasan berlebihan ketika jauh dari handphone.

Sedangkan menurut Oulasvirta et al (2012) menyatakan bahwa kemampuan smartphone untuk mengirim pemberitahuan membawa kebiasaan sering memeriksa smartphone, oleh karena itu penggunaan berlebihan menyebabkan timbulnya permasalahan.

Dikatakan bahwa sering memeriksa smartphone ini terkait dengan pengembangan fear of missing out (FOMO), di mana individu memiliki kecenderungan untuk terus mengikuti berita atau kegiatan individu lainnya, mereka ingin tahu apakah teman, kelompok atau keluarga mereka telah berbagi sesuatu yang baru (Hato, 2013; Gokler et al, 2016; Przybylski et al,. 2013).

Fenomena FAMO ini sendiri sering terjadi ketika seseorang membuka akun media sosial lalu mengetahui bahwa teman-temannya tampak asik membahas sesuatu dan orang tersebut merasa tertinggal, atau ketika ada temannya yang mengunjungi tempat baru, lalu orang tersebut belum pernah mengunjunginya, sehingga ia merasa kurang update. Hal ini menyebabkan kekhawatiran seseorang ketika melihat orang lain terlihat lebih bahagia dan merasakan kepuasan lebih besar dari dirinya, kebiasaan ini biasanya di tandai dengan keinginan seseorang untuk tetap terhubung dengan media sosial secara terus menerus, terutama untuk mengetahui apa yang orang lain lakukan.

Keinginan seseorang untuk tetap terhubung tersebut membuat indivudu sering mengecek media sosialnya sehingga banyak pekerjaan lain yang terabaikan, bahkan bagi pelajar dapat menggagu proses belajar yang mempengaruhi prestasi akademik yang buruk, selain itu juga mengurangi waktu istirahat sehingga perilaku tersebut dapat di kategorikan dalam pengguna smartphone yang bermasalah, seperti yang di ungkapkan Alt (2015) bahwa perilaku FAMO berdampak pada faktor-faktor penting seperti tidur tidak teratur, prokrastinasi, motivasi akademik menurun, serta kesehatan fisik dan mental ikut terganggu.

*Nida Afifah merupakan mahasiswi Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Unsyiah.