Home / ACEH / Analisis Tim IPB di Blok A Mengacu Pada SNI

Analisis Tim IPB di Blok A Mengacu Pada SNI

Seorang teknisi saat sedang memasang peralatan Impinger di Desa Bandar Baru Kec. Indra Makmur, Aceh Timur, Selasa (21/5/2019). (Foto: Zamzami Ali/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, ACEH TIMUR – Pusat Kajian Sumber Daya Pesisir dan Lautan-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PKSPL-LPPM IPB) bekerjasama dengan PT Medco E&P Malaka, menurunkan tim survei ke Aceh Timur, 19 hingga 24 Mei 2019.

Tim ini diturunkan untuk melakukan analisis udara yang menimbulkan bau yang ada di kawasan lingkar tambang Blok A, Kec. Indra Makmur, Kab. Aceh Timur, Provinsi Aceh.

Tim dalam observasi ini mengunakan alat pendeteksi kualitas udara yang tepat. Peralatan ini merupakan salah satu peralatan yang handal untuk melakukan sampling udara dengan teknik analisis seluruhnya mengacu pada metoda sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

“Alat ini mempunyai kehandalan dibandingkan peralatan deteksi udara portable. Alat ini mampu menangkap lima jenis gas sekaligus. Selain itu, juga dapat mendeteksi pada limit 0,0 sekian ppm, sedangkan peralatan portable dengan limit di atas 1 ppm,” kata Yeremiah R. Tjamin, salah satu anggota tim kepada Klikkabar.com, Selasa (21/5).

Peralatan ini telah dilakukan uji recovery untuk memastikan reaksi antara gas yang ditangkap dengan larutan penangkap yang ada dalam botol alat pendeteksi kualitas udara yang dipakai ini berlangsung sempurna.

“Flowmeter yang digunakan peralatan ini juga telah dikalibrasi oleh lembaga terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN),” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan peralatan sampling udara manual seperti ini bukan saja digunakan untuk analisis gangguan kesehatan saja, tetapi juga kenyamanan. “Karena peralatan alat ini dapat mencium kandungan gas tertentu dengan limit mencapai 0,003 ppm,” paparnya.

Penggunaan peralatan manual seperti ini, menurut dia, lebih teliti dan akurat karena setelah larutan sampel yang telah didapati di lapangan akan di diteliti di laboratorium.

“Ini membutuhkan waktu sehingga mendapatkan hasil setelah semua sampel di analisis di laboratorium,” pungkasnya.

Sementara itu Ketua Tim Peneliti, Khairuzzaman mengatakan, studi yang dilakukan pihaknya ini mengacu pada  Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Selain melakukan teknis analisis kadar udara dengan peralatan di lingkar tambang  juga melakukan analisis sosial, yaitu dengan menginput data bau sesuai yang dirasakan masyarakat di daerah ini,” imbuhnya.

General Manager Medco E&P Malaka Susanto, dalam keterangannya kepada Klikkabar.com menyebut, tim akademisi dari IPB kembali melanjutkan pengukuran kualitas udara di desa-desa sekitar area kerja PT Medco E&P Malaka. Pada hari kedua, Selasa (21/5) ini, tim melakukan observasi ke dua titik di Desa Blang Nisam dan Bandar Baru.

“Kami berharap kegiatan observasi pada hari kedua ini berjalan lancar seperti hari pertama. Sekali lagi kami mohon kesabaran semua pihak atas proses ini,” ujar Susanto.

Baca Juga: Medco, Pertamina dan PIM Capai Kesepakatan

Observasi Bau Menyengat, Medco Undang Pihak Ketiga ke Blok A

Peduli Kesehatan Masyarakat, PT Medco E&P Malaka Gelar Pengobatan Massal