Home / BERITA TERBARU / Thailand Buka Jurusan Budidaya Ganja

Thailand Buka Jurusan Budidaya Ganja

Ladang ganja di Aceh Besar. (Muhammad Fadhil/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANGKOK – Dampak legalisasi ganja medis yang berlaku sejak akhir 2018 lalu, sebuah universitas di Thailand membuka jurusan baru seputar budidaya ganja medis. Mahasiswa jurusan ini belajar sejarah ganja, teknik budidaya, sampai manfaat medis ganja.

Kampus ini menyediakan kursus singkat membimbing calon pengusaha ganja untuk menumbuhkan industri di dalam negeri. Kampus yang punya kepedulian pada bisnis mariyuana itu adalah Rangsit University, kampus swasta terletak setengah jam naik mobil dari Ibu Kota Bangkok.

Program S1 itu menyediakan kurikulum mencakup sejarah mariyuana, teknologi budidaya ganja di dalam maupun luar ruangan, serta mendorong penelitian manfaat medis mariyuana, merujuk laporan Coconuts. Rangsit adalah universitas pertama di dunia yang menawarkan titel S1 bidang ganja semacam ini.

Angkatan pertama program studi ini kemungkinan mulai belajar Agustus 2019, menjadi jurusan paling muda di Fakultas Pertanian Rangsit University. Kelak, mahasiswa yang menginjak semester lima akan memperoleh kesempatan mendalami spesialiasi keilmuan, terdiri dari empat konsentrasi berikut: sejarah mariyuana, budidaya dasar, kultivasi dan perkembangan strain ganja, serta penggunaan medis marijuana.

Pihak kampus berharap program ini dapat mempersiapkan mahasiswanya menjadi pengusaha di industri ganja atau bekerja pada bidang pertanian mariyuana di wilayah dunia yang melegalkannya.

Lihat Juga: Hadiah Tahun Baru, Thailand Legalkan Ganja

“Dunia sebenarnya sudah sangat maju dalam hal penelitian ganja, terutama mariyuana medis. Sayangnya di Thailand, belum banyak calon petani yang punyai pengetahuan memadai mengenai kanabis. Kami akan menjadi pelopor program pendidikan mariyuana di Thailand,” kata Banyat Saitthiti, Dekan Fakultas Pertanian Rangsit, saat diwawancarai ThaiPBS.

“Setelah lebih banyak anak muda mempunyai pengetahuan tentang mariyuana, kami bisa mengembangkan strain sendiri, dan semoga di masa depan kami mampu mengembangkan jenis mariyuana khas Thailand,” imbuh sang guru besar pertanian itu.

“Saya percaya kami sanggup menuju ke arah sana.” tambahnya.

Munculnya jurusan kuliah yang sangat progresif ini berkat keputusan pemerintah Thailand menjadi negara Asia Tenggara pertama yang melegalisasi penggunaan ganja medis. Jim Plamondon, wakil presiden pemasaran Thai Cannabis Corporation (TCC), saat dihubungi VICE, berharap akademisi bisa membantu petani mengembangkan jenis-jenis ganja menjadi lebih berkualitas lagi untuk kepentingan medis.

“Dengan adanya jurusan ini, saya percaya ganja Thailand akan menjadi pemimpin industri mariyuana dunia, layaknya jam tangan Swiss atau ponsel pintar Apple,” kata Plamondon.

Sejak April 2019, Rangsit University sekaligus meluncurkan fasilitas penelitian ganja medis pertama di Negeri Gajah Putih. Pubate Kwanmunee, salah satu petinggi dekanat fakultas pertanian, mengaku masih mencari cara agar fasilitas ini kelak bisa dipadukan dengan kurikulum jurusan mariyuana tersebut.

Baca Juga: Separuh Tentara Israel Konsumsi Ganja

Burger Isi Ganja Dijual Bebas di Restoran Ini

Pengisap Ganja Punya Sperma Lebih Banyak