Home / BERITA TERBARU / Penyebab KPPS Wafat Terungkap

Penyebab KPPS Wafat Terungkap

IST

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Penyebab petugas KPPS  termasuk Bawaslu dan Polri yang meninggal dunia beragam sejak 17 Mei-12 Mei 2019. Mayoritas mereka gugur karena kelelahan yang berdampak kambuh sakit berat, kecelakaan lalulintas, hamil muda, lanjut usia, bunuh diri dan sebagainya.

Faktor lain, isu kecurangan pemilu menyebabkan  petugas KPPS stres.  Sebelum digelar pesta Demokrasi 17 April, sudah disebut Pemilu 2019 penuh kecurangan. Tudingan  tekanan politik kecurangan menjadi faktor meningkatkan kelelahan psikis.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk bijak mengeluarkan pernyataan perihal wafatnya penyelenggara pemilu agar ahli waris keluarga dan yang masih dirawat tidak bertambah sedih karena kerja serius mereka dilecehkan. Jangan politisi isu meninggalnya petugas KPPS,”  pinta Direktur Eksekutif The Jokowi Center Teuku Neta Firdaus, Senin (13/5/2019) di Jakarta.

Neta menyimpulkan berdasarkan riset The Jokowi Center   dan laporan lapangan terungkap bahwa petugas KPPS yang syahid karena banyak sebab seperti kecelakaan tunggal lalulintas Ketua KPPS 16 Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Neneng Jamilah di Jalan Raya Cemplang, Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor.

Demikian juga, ada petugas KPPS  gantung diri seperti di Parbubu I, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut yang dilakukan oleh Luhut Ferry (43) pada 11 Mei 2019.

“Dari ratusan petugas KPPS yang meninggal dunia, penyebab berbeda-beda. Kita berharap ketika proses rekapitulasi suara sudah di provinsi, tidak ada lagi petugas KPPS di kecamatan dan kabupaten yang wafat karena di tingkat tersebut sangat ribet dan melelahkan,” harap Neta bersedih.

Neta menuturkan perihal petugas pejuang demokrasi yang gugur juga karena faktor usia  mengutip pernyataan Menkes Nila F Moeloek yang menyatakan berdasarkan audit medis dan otopsi verbal terhadap 18 petugas KPPS di Jakarta.

Hasilnya, 8 orang meninggal dunia karena sakit jantung mendadak, gagal jantung, liver, stroke, gagal pernapasan, infeksi otak meningitis.  Kemudian rata-rata 18 KPPS meninggal berumur di atas 50 tahun yakni 2 KPPS berusia 70 tahun,  5 KPPS berusia 60-69 tahun dan  8 berusia 50-59 (tahun).

“Beban petugas KPPS yang tidak seimbang antara kerja dan istirahat memicu kelelahan yang berlebihan. Mereka bekerja dari jam 6 pagi ke jam 6 pagi melampaui jam biologis yang seharusnya.  Tragedi in tidak boleh terulang lagi pada masa Pemilu 2024 dengan mengubah  payung hukum UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu  yang menggabungkan 3 UU yaitu UU tentang Penyelenggara Pemilu, UU Pileg, dan UU Pilpres termasuk membatasi usia petugas KPPS,” pungkas Neta panjang lebar.

Sekadar catatan Pemilu 2014 menyebabkan 157 petugas KPPS wafat. Sedangkan pada Pemilu 2019 hingga 11 Mei,  469 petugas KPPS gugur dan 4.602 sakit.

Baca Juga: Kemenkes Ungkap Penyebab Petugas KPPS Wafat

Ketua KPPS Ditemukan Meninggal, Leher Terikat ke Pohon

Ini Rincian Santunan untuk KPPS yang Luka, Cacat dan Meninggal