Home / ACEH / Daud Pakeh Ajak Masyarakat Berlomba dalam Kebaikan

Daud Pakeh Ajak Masyarakat Berlomba dalam Kebaikan

Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh saat menjadi penceramah di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu (11/5/2019) malam.

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kakanwil Kemenag Aceh, Daud Pakeh, mengajak jamaah dan seluruh masyarakat Aceh untuk memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momen meningkatkan keshalihan, menjadi pribadi lebih taat kepada sang Khaliq maupun kesalehan dalam dimensi sosial.

“Mari tingkatkan ketakwaan, tebarkan kedamaian, kebaikan, rawat persaudaraan dan jaga kebersamaan. Selain peningkatan kualitas ibadah menuju insan yang bertakwa, mari pada bulan agung ini kita rajut ukhwah dan menjaga persaudaraan. Ramadhan adalah  momen yang tepat untuk menebarkan kebaikan, kedamaian, menjaga kebersamaan dan persatuan,” demikian disampaikan Daud Pakeh dalam ceramah Ramadhan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Sabtu (11/5/2019) malam.

Ia menjelaskan bahwa saat berpuasa, sebenarnya umat Muslim juga berlatih untuk tidak melakukan sesuatu yang tidak dibolehkan oleh agama dan juga sesuatu yang dapat merusak persaudaraan.

“Maka selama Ramadhan, satu bulan kita dituntut untuk menjaga lisan dan perbuatan dari sesuatu dilarang dalam agama kita, juga tidak menebar kebohongan atau hoax, fitnah dan adu domba, karena kita semua adalah saudara,” kata Daud Pakeh.

“Puasa melatih untuk menjadi muslim sejati. Seperti Rasulullah bersabda, Seorang muslim adalah orang yang perkataan dan perbuatannya selamat dari menyakiti orang lain. Saat ini ukhwah dan persaudaraan kita kian rapuh, silaturahmi kian pudar, hoax, kata-kata kotor, fitnah, saling mengejek dan juga persoalan khilafiah telah mampu meretakkan persaudaraan kita,” jelas Daud Pakeh.

Seharusnya, kata Daud Pakeh, momen Ramadhan mampu menurunkan tensi, karena puasa mendidik umat untuk bersabar. Allah memerintahkan hamba-Nya yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa supaya melahirkan pribadi yang muttaqin.

Menurut Daud Pakeh, jika persaudaraan telah rusak maka persatuan yang menjadi sumber kekuatan akan hilang dan sirna ditelan keangkuhan dan kesombongan yang pada akhirnya hanya akan menyisakan kehancuran dan penyesalan.

“Kalaupun di antara kita ada perbedaan, mari kembali kepada kaidah Nata’awan ‘ala ma ittafaqna wa natasamah fima ikhtalafna. Kita saling tolong menolong pada perkara yang kita sepakati, dan saling toleran pada apa yang kita perselisihkan,” ajak Daud Pakeh. []