Home / BERITA TERBARU / Apakah Anda Berhak Terima THR? Ini Ketentuannya

Apakah Anda Berhak Terima THR? Ini Ketentuannya

Ilustrasi THR.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, biasanya orang-orang akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya atau THR. Ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti oleh banyak orang.

Yang menjadi pertanyaan, apakah orang yang bukan beragama Islam juga turut mendapatkan THR dan bagaimana ketentuan perhitungan THR bagi pekerja perusahaan swasta dan Pegawai Negeri Sipil (PNS)?

Siapa yang berhak dapat THR?

THR merupakan tunjangan yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawannya sekali setahun pada saat hari raya keagamaan. Hari raya besar keagamaan dicantumkan dalam PP Nomor 78 Tahun 2015, yang menyebutkan tentang 5 hari raya besar keagamaan, yaitu sebagai berikut; Hari Raya Idul Fitri, Hari Raya Natal, Hari Raya Nyepi, Hari Raya Waisak dan Hari Raya Imlek.

Pada umumnya, perusahaan akan memberikan THR pada saat Hari Raya Idul Fitri, ini dikarenakan penduduk mayoritas Indonesia beragaman Islam. Namun, apabila perusahaan juga bisa memberikan THR kepada karyawannya sesuai dengan hari raya keagamaan yang masing-masing karyawan selama mengikuti aturan perhitungan THR.

Bagaimana perhitungan THR?

  1. Pegawai Negeri Sipil atau Aparatur Sipil Negara

Pemberian THR lebaran juga dibarengi dengan gaji ke-13, sehingga nominalnya cukup besar. Berdasarkan PP Nomor 19 Tahun 2018, komponen THR ASN tahun 2018 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, dan tunjangan kinerja.

Komponen ini berbeda dengan tahun sebelumnya dimana komponen THR ASN hanya terdiri atas gaji pokok.

  1. Bagi Pegawai Swasta

Berdasarkan Permenaker Nomor 6 Tahun 2019 Pasal 3 Ayat 1, besarnya THR ditetapkan sebagai berikut:

  • Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih sebesar satu bulan upah
  • Bagi pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional dengan masa kerja yakni dengan perhitungan masa kerja/12 bulan x 1 bulan upah.

Namun, perlu diingat terkadang perusahaan memiliki kebijakan sendiri tentang perhitungan THR. Setidaknya, saat ini Anda memiliki gambaran tentang jumlah THR yang akan diterima.

Baca Juga: Cuti PNS 11 Hari, 30 Mei-9 Juni

Ini Jam Kerja PNS Selama Bulan Suci Ramadhan

THR Harus Dibayar 2 Minggu Sebelum Lebaran