Home / ACEH / Kekalahan Jokowi di Aceh Dinilai tak Ganggu Pembangunan

Kekalahan Jokowi di Aceh Dinilai tak Ganggu Pembangunan

Jokowi dan Prabowo Subianto di lokasi debat capres, Hotel Bidakara, Kamis (17/1/2019).(Setneg-Agus Suparto/Antara Foto)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kekalahan Capres nomor urut 01, Jokowi di Aceh pada Pilpres 2019 dinilai tak akan berpengaruh terhadap kelanjutan pembangunan di provinsi yang dijuluki Serambi Mekkah itu.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Sekber Jokowi-Ma’ruf Provinsi Aceh, Muhammad MTA saat menjadi pemateri pada Diskusi Publik di Banda Aceh, Kamis (25/4/2019).

Diskusi yang diadakan oleh Political Club dan Komunitas Tatapan ini mengusung tema “Dampak Pemilu Terhadap Keberlanjutan Pembangunan di Aceh”.

Sementara Muhammad MTA selaku tim sukses Jokowi di Aceh diberi kesempatan untuk mengupas tema “Pasca Kekalahan Kandidat Petahana: Apakah Kelanjutan Pembangunan di Aceh Terganggu?”.

Dalam paparannya, Muhammad MTA menjelaskan, kekalahan Jokowi-Ma’ruf di Aceh tak akan menggangu kelanjutan pembangunan. Bahkan, bisa jadi Jokowi akan semakin memberi perhatian terhadap Aceh.

“Jika Jokowi kalah apakah berefek pada pembangunan untuk Aceh? Jawabannya tidak, tidak mungkin Jokowi balas dendam,” kata Muhammad MTA.

Disebutkannya, berkaca pada Pilpres 2014 lalu, saat itu Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla juga kalah di Aceh. Tetapi, saat terpilih, ia selalu memberi perhatian kepada Aceh, salah satunya dengan menghadirkan proyek-proyek strategis nasional di provinsi paling ujung Sumatera ini.

“Seandainya Jokowi memimpin Indonesia kedua periode ini, di Aceh kalah apakah proyek-proyek strategis nasional dibatalkan? jawabannya tidak mungkin, jika dibatalkan berarti itu bukan proyek strategis nasional, tapi proyek politik nasional,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data real count dari KPU hingga hari ini pukul 18.30 WIB, Jokowi-Ma’ruf hanya meraih suara 16,86 % di Provinsi Aceh. Sementara Prabowo-Sandi meraih 83,14 % suara dari 45 % suara yang telah masuk.

Sedangkan secara nasional, pasangan Jokowi-Ma’ruf masih memimpin dengan suara 56,12 %. Sementara Prabowo-Sandi dengan suara 43,88 %. Adapun suara yang masuk baru mencapai 34,3 persen. []