Home / ACEH / Banjir Bandang di Aceh Tenggara Harus Segera Diatasi

Banjir Bandang di Aceh Tenggara Harus Segera Diatasi

Ilustrasi, Jalan Nasional Banda Aceh- Medan di kawasan Geudong Aceh Utara terendam banjir. (Azwar Ipank/Klikkabar.com)

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Bencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tenggara telah menimbulkan kekhawatiran, sekaligus keprihatian semua pihak.

Dalam catatan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Aceh dalam kurun waktu November 2018-Maret 2019, Aceh Tenggara telah diterjang sebanyak 6 kali banjir bandang.

Koordinator YEL Aceh, Teuku Muhammad Zulfikar mengatakan, dari seluruh bencana banjir itu, sangat banyak material berupa batu-batuan dan kayu gelondongan yang terbawa arus. Ini menunjukkan bahwa masih banyak terjadi penebangan liar di kawasan itu.

“Artinya di kawasan tersebut masih banyak sekali dilakukan penebangan liar atau illegal logging di kawasan hutan Daerah Aliran Sungai,” kata Zulfikar konferensi pers peringatan Hati Bumi di Kantor PWI Aceh, Senin (22/4/2019). Kegiatan ini difasilitasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Menurut Zulfikar, permasalahan ini harus segera diatasi, pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam hal penegakan hukum harus segera bertindak secara cepat dan cermat.

“Jika tidak maka bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ini jika kembali hujan maka banjir bandang pasti akan terjadi lagi,” sebut Zulfikar.

Di samping itu, katanya lagi, proses mitigasi berupa pendekatan sosial kemasyarakatan juga perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang terdampak.

Menurutnya, upaya rehabilitasi dan reboisasi hendaknya tidak dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi juga melibatkan masyarakat setempat.

“Pelibatan masyarakat setempat juga menjadi penting untuk menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama upaya rehabilitasi dan reboisasi kawasan yang telah rusak,” pungkasnya. []