Home / ACEH / Pemerintah Aceh Diminta Beri Perhatian Pusat Karantina Haji

Pemerintah Aceh Diminta Beri Perhatian Pusat Karantina Haji

Istimewa

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melakukan observasi ke tempat Karantina Jamaah Haji Nusantara yang terletak di Pulau Rubiah, Sabang, Minggu pekan lalu.

Kabag TU, H. Saifuddin, SE, didampingi Kasubbag Inmas dan Kasi Informasi Haji Kanwil Kemenag Aceh dalam siaran pers diterima Klikkabar.com, Kamis (18/4/2019) malam mengaku prihatin dengan kondisi bangunan tersebut.

Bangunan yang menjadi catatan sejarah perhajian Indonesia yang dibangun tahun 1920 pada zaman kolonial Belanda itu tak ada perawatan, bahkan kondisi bangunannya memprihatinkan yang sudah dipenuhi reruntuhan atap plafon dan dari luar ditumbuhi ilalang setinggi pinggang orang dewasa, terkesan gedung tua itu dibiarkan begitu saja.

Oleh karena itu, Saifuddin berharap tempat tersebut menjadi perhatian Pemerintah Aceh agar menjadikannya sebagai situs sejarah atau bahkan membangun museum haji sebagai pusat edukasi di masa mendatang.

“Tempat Karantina Haji di Pulau Rubiah ini memiliki catatan sejarah dalam riwayat perjalanan haji Indonesia, dulu tempat ini merupakan pusat Karantina Haji pertama di Indonesia, akan lebih bermanfaat kalau asrama haji ini bisa dijadikan situs sejarah dan museum haji, yang mengandung banyak koleksi arsip, foto-foto haji, buku, catatan perjalanan haji, replika kapal ke Jeddah dan pemugaran serta perawatan bangunan lebih layak, karena selain tempat bersejarah, bangunan tersebut juga cocok dijadikan tempat wisata Islami,” kata Saifuddin.

Namun, saat ini kondisi bangunan itu sudah tidak terawat, hanya tersisa beberapa bangunan saja yang sudah dikeliling semak belukar, sehinga banyak yang tidak tahu akan sejarah tersebut.

“Sekarang wisatawan lebih menyukai mengamati aneka ikan dengan melakukan snorkling atau menikmati taman laut dengan menyelam (diving),” pungkasnya. []

Baca Juga: Bangunan Pusat Karantina Haji Nusantara di Sabang Memprihatinkan