Home / BERITA TERBARU / Prabowo: Indonesia Harus Belajar ke China

Prabowo: Indonesia Harus Belajar ke China

Prabowo dan Sandiaga Uno. (Foto: Istimewa)

KLIKKABAR.COM, JAKARTA- Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut Indonesia harus berani mencontoh China yang dapat mengentaskan kemiskinan hanya dalam waktu 40 tahun.

Hal ini merujuk pada dimulainya keterbukaan ekonomi China yang dimulai era Deng Xiaoping pada tahun 1978. Di era Deng Xiaoping lah, era industri dan ekonomi pasar dimulai.

Hal tersebut dikatakan Prabowo dalam menanggapi pertanyaan mengenai daya beli petani dan nelayan yang terus mengalami penurunan, padahal Indonesia dikenal sebagai negara agraris dan maritim.

“Kita harus berani mengoreksi diri, kita harus contoh seperti RRC Tiongkok dalam 40 tahun dia hilangkan kemiskinan, 40 tahun,” ujar Prabowo dalam debat capres-cawapres kelima di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4), mengutip kumparan.com.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bangsa Indonesia kembali lagi pada UUD 1945 Pasal 33. Hal ini berguna untuk membangun industrialisasi, menciptakan lapangan kerja, hingga melindungi petani dan nelayan Indonesia.

“Saya tidak salahkan bapak, kita harus kembali pada UUD 1945, belajar yang baik. Kita harus berani merencanakan pembangunan industrialisasi, ciptakan lapangan kerja, lindungi petani kita, lindungi nelayan kita, itu yang harus kita jalankan,” jelasnya.

Prabowo pun kembali menegaskan, kondisi daya beli petani dan nelayan yang menurun tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Jokowi sebagai Presiden RI saat ini, melainkan presiden sebelumnya.

“Jadi saya tidak salahkan bapak, ini kesalahan besar. Presiden-presiden sebelum bapak, kita semua harus tanggung jawab. Benar, itu pendapat saya,” tambahnya.

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Begitu juga angka ketimpangan (Gini Rasio).