Home / BERITA TERBARU / Asma Bahas 7 Dosa Penulis di Kuala Lumpur

Asma Bahas 7 Dosa Penulis di Kuala Lumpur

Asma (kanan) di Kuala Lumpur. [Foto: Koleksi Zinitulniza Abdul Kadir]

Oleh: Raihana Mahmud

[Penulis dan ibu rumah tangga, menetap di KL]

Seramai 50 peserta ikut serta dalam bengkel penulisan, Ahad, 7 April 2019. Merupakan program sehari yang diadakan oleh White Coat Training & Consultancy, Malaysia, bekerja sama dengan Majelis Buku Kebangsaan Malaysia dan Pena.

Program dilakukan bersamaan dengan Pameran Buku Antarabangsa Kuala Lumpur (PABKL) 2019, yang berlangsung di Putra World Centre (PWTC) Kuala Lumpur. Sebagian besar peserta adalah penulis yang berasal dari Malaysia dan Indonesia.

Bengkel dimulai dengan sambutan dari panitia, yang disampaikan oleh Rita Audriyanti. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa ide melaksanakan bengkel ini berawal dari gagasan Nabieh Rahmat, seorang pebisnis dengan latar pendidikan di dunia kedokteran.

Keinginan Nabieh adalah untuk menyatukan penulis dari Indonesia dan Malaysia dalam sebuah forum literasi. Dan, diharapkan program ini bisa menjadi awal penyatuan tersebut. Sehingga saat ke luar dari forum ini akan mendapat manfaat yang besar dalam pengembangan kemampuan berliterasi yang memang sudah dimiliki masing-masing peserta.

Pembukaan bengkel diresmikan oleh Presiden Persatuan Penerbit Buku Malaysia (MABOPA), Ishak Hamzah. Dalam ucapannya beliau menyebutkan bahwa program begini harus sering dilakukan. Dan, pemerintah sangat mendukung pelaksanaannya. Diharapkan akan ada lebih banyak lagi kegiatan begini di masa-masa yang akan datang, yang menggandengkan dua negara dan bersatu dalam literasi.

Di antara panelis yang berkongsi cerita dalam bengkel ini adalah dua penulis dari Malaysia, yaitu  dr. Anwar Fazal Abu Bakar, salah seorang penulis dalam buku antologi Dokter yang Dirindukan, sebuah buku best seller di Malaysia, yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. Panelis lain adalah mantan wartawan, Zinitulniza Abdul Kadir, seorang konsultan kreatif, yang telah menuliskan banyak buku nonfiksi.

Puncak program adalah pengisian materi oleh Asma Nadia, seorang penulis terkenal dari Indonesia. Film-film yang diangkat dari novel yang ditulis beliau, cukup dikenal juga di Malaysia. Asma Nadia mengupas tuntas bagaimana untuk menjadi penulis laris daripada novel kepada film. Beliau juga menguraikan 7 dosa-dosa penulis yang biasa terjadi dan berbagi rahasia menulis novel terlaris.

Tujuh dosa penulis yang disebutkan Asma dalam ulasannya itu adalah:

  1. Judul

Judul sebaiknya tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Dan, yang terpenting, judul jangan sampai membocorkan isi tulisan.

  1. Opening

Opening atau pembukaan tulisan harus dimulai dengan bagian yang paling menarik dalam tulisan secara keseluruhan. Jadikan itu fokus untuk memulai sebuah tulisan. Prinsipnya, sebuah opening haruslah menarik.

  1. Penokohan yang lemah

Atribut pada tokoh adalah karakter. Untuk itu masing-masing tokoh perlu dijelaskan sedetail mungkin.

  1. Konflik tidak kuat

Jadikan sebuah cerita tidak mudah ditebak. Konflik yang ada di antara tokoh-tokoh terlibat harus kuat dan jelas.

  1. Klise

Berusaha berpikir lebih detail untuk mengolah ide-ide yang klise. Sehingga tulisan yang dihasilkan akan berbeda dengan yang sudah pernah ada.

  1. Setting tempelan

Ceritakan setting dengan wajar, jelas dan tepat, tidak perlu berlebihan. Lakukan riset yang mendalam untuk mendapatkan setting yang tidak hanya sekedar tempelan.

  1. Ending

Ending tidak selalu harus selesai. Ending atau bagian akhir sebuah tulisan adalah bagian penting bagi penulis. Untuk itu perlu dirancang dan dibuat semenarik mungkin.

Ulasan yang diberikan cukup menarik dan memancing banyak pertanyaan baru dari peserta. Asma Nadia menekankan betapa pentingnya kita menulis dengan rasa dan mulailah menulis sekarang.

Di antara beberapa tips cara menulis yang dikongsikan Asma adalah just write, don’t think! You can always edit it later. Finish your writing. Personalize your writing. Ditekankan pula untuk menjadikan pengalaman sebagai latihan menulis termudah. Mulailah dari sesuatu yang benar-benar kita kuasai. Fokus pada kekuatan yang kita ada.