Home / BERITA TERBARU / 10 Ancaman Kesehatan Global di 2019

10 Ancaman Kesehatan Global di 2019

Ilustrasi kualitas udara yang buruk di kota-kota besar.

KLIKKABAR.COM, JAKARTA – WHO pada 2019 telah merilis pernyataan terkait 10 ancaman kesehatan global yang harus menjadi perhatian semua orang . Berikut adalah ancaman kesehatan yang disalin dari Klikkdokter, Senin (8/4/2019).

1. Polusi udara dan perubahan iklim

Polutan mikroskop di udara dapat menembus sistem pernapasan dan peredaran darah, kemudian merusak paru-paru, jantung, dan otak. Sebanyak 90 persen kematian akibat polusi udara terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Kematian akibat diabetes, kanker, dan penyakit jantungPenyakit tidak menular, seperti diabetes, kanker, dan penyakit jantung, secara kolektif bertanggung jawab atas lebih dari 70 persen kematian di seluruh dunia. Dan, 15 juta di antaranya adalah orang berusia 30-69 tahun.

  1. Pandemi influenza global

Diperkirakan, dunia akan menghadapi pandemi influenza jenis lain. Jenis influenza baru tersebut belum diketahui seberapa parah efeknya terhadap manusia.

WHO akan terus memantau peredaran virus influenza untuk mendeteksi potensi pandemi. Ada 153 institusi di 114 negara terlibat dalam pengawasan dan respons global.

3. Layanan kesehatan yang lemah

Lebih dari 1,6 miliar orang (22 persen dari populasi global) tinggal di tempat-tempat dimana krisis terjadi, seperti kekeringan, kelaparan, konflik, dan layanan kesehatan yang lemah. Masyarakat pun tidak memiliki akses untuk mendapatkan perawatan dasar.

  1. Resistansi antimikroba

Dahulu, pengembangan antibiotik, antivirus, dan antimalaria adalah beberapa keberhasilan terbesar dari dunia kedokteran modern. Namun sekarang, “waktu berjaya” dari obat-obatan tersebut sepertinya hampir habis. Sebab, kemampuan bakteri, parasit, virus, dan jamur untuk melawan obat-obatan ini juga sudah berkembang.

5. Ebola dan patogen baru lainnya

Sebanyak 1 juta masyarakat Kongo terserang Ebola. Ditakutkan, penyebarannya akan semakin parah. Atas dasar itu, WHO dan mitra menetapkan 2019 sebagai tahun tindak kesiapsiagaan terhadap keadaan darurat kesehatan.

6. Fasilitas perawatan primer yang kurang memadai

Banyak negara yang masih belum memiliki fasilitas perawatan primer yang memadai. Kondisi ini mungkin terjadi akibat kurangnya sumber daya di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pada 2019,

  1. Penolakan terhadap vaksinasi

Keengganan masyarakat terhadap vaksinasi akibat beberapa faktor, sangat memengaruhi kualitas kesehatan dunia dan terjadinya penyebaran penyakit berbahaya. Vaksinasi merupakan cara yang paling efektif untuk menghindari penyakit.

Vaksin dapat mencegah 2-3 juta kematian per tahun. WHO dan mitra berkomitmen untuk mendukung vaksinasi di semua negara untuk memberantas penyakit.

9. Demam berdarah

Diperkirakan 40 persen masyarakat dunia, khususnya di negara beriklim tropis, berisiko terkena demam berdarah. Dan saat ini, diperkirakan terdapat 390 juta infeksi demam berdarah per tahunnya. Oleh sebab itu, WHO berniat untuk mengendalikan penyakit ini sebanyak 50 persen di tahun berikutnya.

10. HIV

Meski sudah ada kemajuan pengobatan terhadap penyakit ini, nyatanya epidemi HIV terus meningkat. Hampir 1 juta orang diketahui meninggal akibat HIV setiap tahunnya. Kelompok yang semakin terpengaruh oleh HIV adalah gadis serta wanita muda berusia 15-24 tahun. Saat ini, ada sekitar 37 juta orang di seluruh dunia hidup dengan HIV.