Home / ACEH / Gara-gara Pilpres, Dua Warga Aceh Dibui

Gara-gara Pilpres, Dua Warga Aceh Dibui

Iustrasi | Foto: Poskota

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Jarimu Harimaumu, ungkapan itu sepertinya cocok untuk menggambarkan kondisi masa kini, yaitu era media sosial.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil riset Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 lalu, pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56 persen dari total pupulasi.

Saat ini, setiap orang mulai berhati-hati mengungkapkan pendapat di akun media sosial masing-masing, apalagi menyebarkan hoax dan menebar ujaran kebencian. Jika salah digunakan, maka akan berurusan dengan penegak hukum.

Hal tersebut tak terlepas dari momen musim politik tahun 2019. Bahkan, sebagian pengguna media sosial harus berurusan dengan penegak hukum gara-gara membela calon yang ia gadang-gadangnya atau untuk menjatuhkan calon lain pada Pilpres 2019 nanti.

Berdasarkan catatan Klikkabar.com, di Aceh setidaknya ada dua kasus yang telah menyeret pengguna media sosial ke balik jeruji besi, hanya gara-gara menyebarkan hoax untuk menjatuhkan salah satu calon presiden yang tidak ia sukai pada Pilpres 2019. Kedua kasus tersebut yaitu;

1. Menyebar Hoax mengenai Jokowi PKI

Petugas dari Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, menangkap pria berusia 27 tahun berinisial JD karena diduga menyebar informasi palsu alias hoax dan ujaran kebencian terhadap Calon Presiden Jokowi.

JD merupakan administrator akun sejumlah media sosial bernama SR23. Melalui akunnya, ia menyebar hoax mengenai Jokowi adalah kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

JD, penyebar hoax Jokowi PKI. (Tribunnews.com)

Selain itu, JD juga mempunyai akun Instagram sr23official dan 23_official. Akun-akun tersebut reinkarnasi dari sebelumnya bernama suararakyat23b, suararakyat23id, dan suararakyat23.ind, yang cukup populer.

JD ditangkap di rumahnya, di Kecamatan Luang Bata, Kota Banda Aceh pada 15 November 2018. Dalam kasus ini, pelaku dikenakan sejumlah  pasal UU ITE tentang larangan menyebarkan konten ujaran kebencian, juga UU tentang larangan menyiarkan kabar bohong, dengan sanksi maksimal berupa hukuman penjara selama 6 tahun.

Video: Waled Nu Samalanga Serukan Pemilu Damai

Putra Abu Kuta Krueng Harap Jangan Ada Perpecahan

2. Menyebar Video Editan KH Ma’ruf Amin Berkostum Sinterklas

Polisi menangkap S (31), warga Meunasah Rayeuk, Kecamatan Nisam, Aceh Utara karena diduga ikut terlibat dalam mengupload dan menyebarkan video Cawapres Ma’ruf Amin berkostum sinterklas.

Dia ditangkap di salah satu dayah di Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara pada 26 Desember 2018 di Aceh Utara.

Tim relawan Jokowi-Ma’ruf saat mengunjungi S, tersangka penyebar video sinterklas di Mapolda Aceh, Jum’at (28/12/2018). (Istimewa)

Seperti diketahui, video KH Ma’ruf Amin mengenakan kostum sinterklas saat mengucapkan selamat Natal dan Tahun Baru mendadak viral di media sosial, akhir 2018 lalu.

Video tersebut merupakan hasil editan dari video asli Ma’ruf Amin saat mengucapkan selamat Natal yang juga beredar di media sosial. Namun dalam video aslinya, KH Ma’ruf mengenakan kemeja putih dipadukan jas hitam, serban putih dan peci.

Atas perbuatan itu, S harus berurusan dengan penegak hukum.

Pengadilan Negeri (PN) Lhokseumawe, Rabu, 27 Maret 2019 mulai menyidangkan perkara tersebut.

Sidang dipimpin Estiono bersama dua anggota, Azhari dan Sulaiman. Sidang ini dengan agenda pembacaan dakwaan.

JPU dalam dakwaan setebal enam halaman memaparkan kronologis kenapa sampai terdakwa ditangkap.

Setelah kronologis dibaca, JPU menyimpulkan bahwa perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 UU RI Nomor 19 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

JPU juga menjerat terdakwa dengan Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (20) UU RI Nomor 19 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Selanjutnya, dijerat dengan Pasal 14 ayat (10) UU RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. []

Baca Juga: Tiga Alasan Putra Abu Kuta Krueng Dukung Jokowi